Mengapa Bau Mulut Muncul Saat Puasa
- 12 Mar 2026 16:19 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Bau mulut sering menjadi keluhan yang dialami sebagian orang ketika menjalankan ibadah puasa. Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi karena adanya perubahan proses biologis di dalam rongga mulut selama tidak makan dan minum dalam waktu lama.
Dalam dunia medis, bau mulut dikenal dengan istilah halitosis. Para ahli kesehatan menjelaskan bahwa halitosis umumnya disebabkan oleh aktivitas bakteri di rongga mulut yang menghasilkan senyawa sulfur yang berbau tidak sedap.
Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan maupun minuman selama berjam-jam sehingga produksi air liur menurun. Padahal air liur berfungsi sebagai pembersih alami yang membantu mengendalikan pertumbuhan bakteri dan membersihkan sisa makanan di mulut.
Ketika produksi air liur berkurang, kondisi mulut menjadi lebih kering dan bakteri lebih mudah berkembang. Bakteri tersebut memecah sisa protein di dalam mulut dan menghasilkan senyawa sulfur volatil yang memicu aroma napas tidak sedap.
Selain itu, aktivitas mengunyah yang berkurang selama puasa juga memengaruhi produksi saliva. Tanpa rangsangan dari makanan atau minuman, proses pembersihan alami rongga mulut menjadi lebih lambat dibandingkan saat kondisi normal.
Faktor makanan juga dapat memengaruhi bau napas, terutama jika saat sahur mengonsumsi makanan dengan aroma kuat. Sisa makanan yang tertinggal di sela gigi atau pada permukaan lidah dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab bau mulut.
Dikutip dari laman Universitas Gadjah Mada pada Kamis, 12 Maret 2026, bau mulut saat puasa pada dasarnya merupakan kondisi alami karena menurunnya produksi air liur dan meningkatnya aktivitas bakteri di rongga mulut. Oleh karena itu, menjaga kebersihan gigi dan lidah serta memperhatikan pola makan saat sahur dapat membantu meminimalkan bau mulut selama berpuasa.