Kurma Bukan Pengganti Terapi Medis

  • 13 Mar 2026 05:14 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kurma sering disebut sebagai “terapi kurma”, namun secara medis lebih tepat dipahami sebagai terapi gizi, bukan pengganti obat. Buah ini dikenal sebagai pangan padat energi yang kaya karbohidrat, serat, serta berbagai mineral penting bagi tubuh.

Dilansir dari Kemkes, Dalam 100 gram kurma jenis Deglet Noor, terdapat sekitar 282 kalori dengan kandungan karbohidrat mencapai 75 gram. Kurma juga mengandung kalium, magnesium, kalsium, serta zat besi yang membantu mendukung kebutuhan energi dan mikronutrien harian.

Pada kasus anemia, kurma dapat menjadi pendamping nutrisi yang bermanfaat, meski bukan solusi utama. Penyerapan zat besi akan lebih optimal bila kurma dikonsumsi bersama makanan kaya vitamin C seperti jeruk atau jambu biji.

Sementara itu, untuk masalah tiroid atau gondok, kurma tidak dapat dijadikan terapi khusus karena bukan sumber utama iodin. Upaya pencegahan gangguan tersebut tetap bergantung pada konsumsi garam beryodium serta pola makan seimbang yang mendukung kesehatan metabolisme.

Meski demikian, kurma tetap memiliki peran penting sebagai camilan sehat dan sumber energi cepat, termasuk saat berbuka puasa. Dengan porsi yang tepat, kurma dapat membantu menjaga energi tubuh sekaligus melengkapi pola makan sehat yang seimbang.

Rekomendasi Berita