Tradisi Membuat Nastar jelang Lebaran, Hadirkan Kebersamaan Keluarga

  • 09 Mar 2026 14:25 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Menjelang Hari Raya Idulfitri, tradisi membuat berbagai kue lebaran mulai dilakukan oleh masyarakat. Salah satu kue yang paling identik dengan perayaan tersebut adalah nastar yang hampir selalu hadir di meja tamu saat lebaran.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Siti Nabila Ria, mengatakan tradisi membuat kue biasanya dilakukan sekitar 10 hari sebelum lebaran. Menurutnya, kue yang selalu ia buat bersama keluarga adalah nastar karena kehadirannya dianggap belum lengkap jika tidak tersedia di rumah.

Ia menjelaskan nastar bisa menjadi favorit kue lebaran karena perpaduan rasa manis dan sedikit asam dari selai nanas. Selain itu, teksturnya yang lembut membuat kue tersebut cocok dinikmati oleh berbagai usia.

“Tradisi membuat kue biasanya kami lakukan sekitar 10 hari sebelum Lebaran, dan kue yang selalu dibuat bersama keluarga adalah nastar karena rasanya belum lengkap jika tidak ada di rumah. Nastar juga menjadi favorit karena perpaduan rasa manis dan sedikit asam dari selai nanas serta teksturnya yang lembut sehingga cocok dinikmati oleh berbagai usia,” ujarnya.

Selain rasanya yang khas, proses pembuatan nastar juga memiliki makna tersendiri. Siti Nabila Ria menyebutkan pembuatan kue tersebut sering dilakukan bersama keluarga menjelang lebaran sehingga menghadirkan momen kebersamaan.

Untuk menjaga kualitas dan cita rasa, keluarganya tetap menggunakan resep turun-temurun yang diwariskan dari generasi sebelumnya. Dengan cara itu, rasa nastar yang dibuat setiap tahun tetap sama dan menjadi bagian dari tradisi keluarga.

Dengan demikian, tradisi membuat nastar menjelang Lebaran tidak hanya sekadar menyiapkan hidangan khas, tetapi juga menjadi momen untuk mempererat hubungan antaranggota keluarga. Kehadiran nastar di meja tamu pun menjadi bagian dari suasana khas Hari Raya Idulfitri yang selalu dinantikan setiap tahunnya. (Elni )

Rekomendasi Berita