Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bisa Dilihat di Indonesia, Catat Jadwalnya
- 02 Mar 2026 08:24 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak – Fenomena alam langka gerhana Bulan total akan menghiasi langit Indonesia pada Selasa, 3 Maret 2026. Gerhana ini menjadi salah satu peristiwa astronomi yang sayang dilewatkan karena dapat diamati secara langsung dari wilayah Tanah Air.
Dikutip dari Kompas.com, fenomena tersebut akan terjadi saat Bulan sepenuhnya memasuki bayangan inti Bumi yang disebut umbra. Pada puncaknya, Bulan sering kali tampak kemerahan atau dikenal dengan sebutan blood moon akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi menuju permukaan Bulan.
Gerhana Bulan total ini merupakan bagian dari siklus peristiwa astronomi, dan menjadi salah satu yang bisa diamati dari wilayah Indonesia. Menurut rencana pengamatan yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), seluruh wilayah Indonesia dapat menyaksikan proses gerhana mulai dari fase awal hingga puncak totalitas tanpa perlu alat pengaman khusus seperti kacamata saat melihat gerhana Matahari.
Fenomena ini juga menjadi istimewa karena fase totalitas Bulan yang berubah warna merah berlangsung selama hampir satu jam. Setelah itu, masyarakat perlu menunggu hingga 31 Desember 2028 untuk dapat menyaksikan gerhana Bulan total yang berikutnya.
Selain itu, fenomena gerhana kali ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan sehingga beberapa pihak mengimbau umat Muslim untuk melaksanakan shalat Gerhana Bulan (shalat khusuf) ketika puncak peristiwa terjadi.
Jadwal Gerhana di Indonesia (Perkiraan)
BFKG merinci fase gerhana Bulan total 3 Maret 2026 berdasarkan zona waktu di tanah air. Beberapa fase utama yang dapat dicatat oleh pengamat langit adalah sebagai berikut:
- Gerhana penumbra mulai: pertengahan sore sekitar ±15.40 WIB
- Gerhana total mulai: sore hari pukul ±18.00–18.10 WIB
- Puncak gerhana (totalitas): sekitar ±18.30 WIB
- Totalitas berakhir: ±19.00 WIB
- Fase akhir gerhana: malam hari sekitar ±21.20 WIB
(Waktu menyesuaikan zona WIB, WITA, WIT di Indonesia)
Masyarakat yang tertarik mengamati fenomena ini bisa melihat Bulan berubah menjadi warna kemerahan di langit malam jika kondisi cuaca cerah. Untuk tampilan yang lebih detail, penggunaan teropong atau teleskop dapat membantu memperjelas pandangan.