Libur Lebaran, Kemenkes Ingatkan Waspada Penularan Campak
- 14 Mar 2026 13:01 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Penularan campak menjelang libur Lebaran menjadi perhatian serius pemerintah, terutama karena meningkatnya mobilitas masyarakat saat musim mudik. Kerumunan di berbagai tempat, seperti terminal, bandara, dan lokasi wisata, dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular. Dilansir dari cnnindonesia.com, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, khususnya bagi anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Berdasarkan data Kemenkes hingga minggu ke-8 tahun 2026, tercatat sebanyak 10.453 kasus suspek campak. Dari jumlah tersebut, 8.372 kasus telah terkonfirmasi dan dilaporkan enam kematian. Selain itu, terdapat 45 kejadian luar biasa (KLB) campak di 29 kabupaten/kota yang tersebar di 11 provinsi, di antaranya Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menyampaikan bahwa tren kasus campak sempat meningkat pada Januari 2026. Namun, sepanjang Februari jumlah kasus mulai menunjukkan penurunan. Meski demikian, pemerintah tetap melakukan pemantauan dan respons cepat untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.
Kemenkes menilai peningkatan mobilitas masyarakat selama libur Lebaran tetap berpotensi memicu penyebaran campak. Oleh karena itu, pemerintah terus memperkuat langkah pengendalian, salah satunya melalui percepatan program Outbreak Response Immunization (ORI) serta imunisasi kejar campak-rubella atau Catch Up Campaign di daerah terdampak dan wilayah berisiko.
Program imunisasi tersebut dilaksanakan di 102 kabupaten/kota dengan sasaran utama anak usia 9 hingga 59 bulan sepanjang Maret 2026. Pelayanan imunisasi disediakan di berbagai titik, seperti puskesmas, posyandu, satuan pendidikan seperti PAUD dan TK, tempat ibadah, hingga pos pelayanan mudik untuk menjangkau lebih banyak anak.
Selain memperkuat imunisasi, masyarakat juga diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Langkah sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk, serta menggunakan masker saat berada di kerumunan dapat membantu mengurangi risiko penularan. Orang tua juga diminta tidak mengajak anak yang sedang sakit atau menunjukkan gejala campak bepergian, dan segera membawa mereka ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.