Segarnya Rujak Aceh, Cita Rasa Pedas Segar dari Serambi Mekkah
- 13 Mar 2026 13:40 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Aceh dikenal sebagai daerah yang kaya akan kuliner bercita rasa rempah. Selain kopi, mie Aceh, dan sie kameng yang sudah populer, daerah ini juga memiliki kudapan segar yang tidak kalah menarik, yaitu rujak Aceh.
Rujak Aceh menggambarkan kekayaan tradisi kuliner masyarakatnya. Melansir indonesiakaya.com, dalam satu hidangan terdapat perpaduan rasa manis, asam, pedas, dan gurih yang menyatu dengan harmonis. Cita rasa yang kuat ini mencerminkan kebiasaan masyarakat Aceh yang gemar menggunakan rempah-rempah dalam berbagai masakan.
Keunikan rujak Aceh terletak pada penggunaan buah rumbia dan buah kawista sebagai bagian dari bumbunya. Kedua bahan ini memberikan rasa yang khas sekaligus menyegarkan, sehingga membedakan rujak Aceh dari rujak di daerah lain.
Buah rumbia, yang juga dikenal sebagai salak hutan Aceh, berasal dari pohon sagu. Kulitnya berwarna hijau bersisik dengan daging buah berwarna putih keruh. Di Aceh, buah ini sering dimanfaatkan sebagai bahan rujak karena menghadirkan rasa khas serta tekstur yang renyah.
Sementara itu, buah kawista atau buah batok memiliki karakter yang berbeda. Daging buahnya berwarna krem dengan biji-biji kecil, menghasilkan aroma harum dan rasa sedikit asam. Kehadirannya menambah lapisan rasa yang unik dalam sajian rujak Aceh.
Tak hanya itu, bumbu rujaknya juga diperkaya dengan rempah seperti cabai merah, terasi, dan gula aren. Racikan ini menciptakan perpaduan rasa pedas, gurih, dan manis yang lebih kuat dibandingkan rujak dari daerah lain.
Jika rujak di Pulau Jawa umumnya menggunakan bumbu yang lebih encer, rujak Aceh justru dikenal dengan bumbu kacang yang kental dan pekat. Tekstur bumbu ini membuat rasanya lebih mudah meresap ke dalam potongan buah, sehingga setiap suapan terasa lebih kaya.
Bagi masyarakat Aceh, rujak bukan sekadar camilan. Sajian ini sering hadir dalam berbagai acara keluarga, perayaan, hingga momen kebersamaan lainnya. Kesegaran buah yang berpadu dengan bumbu rempah menjadikannya hidangan yang selalu dinantikan, terutama saat musim buah tiba.
Menariknya, cara membuat rujak Aceh juga diwariskan secara turun-temurun. Setiap keluarga biasanya memiliki racikan bumbu tersendiri yang disesuaikan dengan selera. Hal inilah yang membuat setiap sajian rujak Aceh memiliki karakter unik, baik yang disajikan di rumah maupun di warung tradisional.