5 Warisan Budaya Takbenda Diakui Unesco
- 23 Feb 2026 09:13 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan : Indonesia memiliki berbagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) yang diakui UNESCO, dengan 13 di antaranya yang tercatat hingga akhir 2023. Warisan ini mencakup seni pertunjukan, kerajinan tradisional, serta tradisi lisan dan pengetahuan lokal yang diwariskan turun-temurun, seperti wayang, batik, angklung, tari saman, hingga budaya sehat jamu.
Berikut adalah 13 Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang diakui UNESCO:
WAYANG
Kedalaman sejarah wayang sangat mencerminkan budaya dan sejarah Indonesia, hal ini menjadi salah satu alasan mengapa, wayang masuk dalam warisan Budaya Takbenda Unesco. Sebuah seni pertunjukkan yang memanipulasi cahaya ini dimainkan seorang dalang diiringi alunan gamelan. Wayang resmi masuk dalam daftar ICH UNESCO pada tahun 2008 dengan nama “The Wayang Puppet Theatre”
KERIS
Senjata tradisional dari pulau Jawa ini sudah ada sejak abad ke 9. Konon, dahulunya keris dibuat dari bahan titanium dan logam meteorit, sehingga membuat keris sangat keras dan tajam. Keris resmi masuk dalam daftar ICH UNESCO pada tahun 2008 dengan nama “Indonesian Kris”.
BATIK
Sebuah seni melukis di atas kain dengan menggunakan canting. Batik seakan menjadi kekayaan budaya Indonesia yang sudah dikenal dunia. Memiliki berbagai motifnya yang mencerminkan keanekaragaman etnis dan budaya Indonesia. Batik resmi masuk dalam daftar ICH UNESCO pada tahun 2009 dengan nama “Indonesian Batik”.
PELATIHAN dan PENDIDIKAN MEMBATIK
Sebuah program yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap budaya membatik ini diinisiasi di Pekalongan, dan telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Unesco. Pendidikan dan Pelatihan Batik resmi masuk dalam daftar ICH UNESCO pada tahun 2009 dengan nama “Education and training in Indonesian Batik intangible cultural heritage for elementary, junior, senior, vocational school and polytechnic students, in collaboration with the Batik Museum in Pekalongan”.
ANGKLUNG
Alat musik dari Jawa Barat ini terbuat dari bambu yang dimainkan dengan cara digoyangkan ini biasanya dipentaskan secara berkelompok, sehingga menciptakan melodi yang harmonis. Angklung resmi masuk dalam daftar ICH UNESCO pada tahun 2010 dengan nama “Indonesian Angklung”.