Masjid Baiturrahman Ciawi, Peninggalan Era Pajajaran
- 27 Feb 2026 19:07 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Masjid Baiturrahman Ciawi, Kabupaten Bogor, ternyata usianya sudah sangat tua jika dilihat dari jejak keberadaannya di era Kerajaan Pajajaran. Kini masjid tersebut dikenal dengan sebutan Masjid Kaum yang umumnya merujuk pada Masjid Jami', yaitu masjid pusat di tingkat desa, kelurahan, atau komunitas (kaum/warga) yang digunakan untuk salat Jumat dan kegiatan keagamaan.
Istilah ini juga menandai tempat berkumpulnya jamaah di wilayah pemukiman tertentu, seperti di Ciawi Kabupaten Bogor misalnya. Masjid Kaum Ciawi ini ternyata memiliki jejak sejarah yang panjang berawal dari sebuah langgar atau sebutan kuno dari kata sanggar yang merupakan tempat ibadah agama kuno Kapitayan dalam pengertian menjadi tempat untuk Sembah Hyang.
Singkatnya masyarakat sekarang menyebutnya Musshola dari serapan bahasa arab yang artinya tempat untuk sholat. Dari catatan Almarhum Endang Kosasih, seorang tokoh masyarakat di lokasi tersebut, Masjid Kaum Baiturrahman Ciawi dibangun oleh warga Kampung Seuseupan Kaum, Desa Bendungan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, pada awal abad ke-18.
Berdasarkan informasi yang terpampang di dinding masjid, langgar tersebut didirikan pada tahun 1709, bertepatan dengan masa Kerajaan Pajajaran. Saat itu, Kampung Seuseupan Kaum hanya dihuni sekitar 17 rumah dan belum memiliki sarana ibadah, sehingga warga bergotong royong membangun langgar untuk memenuhi kebutuhan keagamaan.
Seiring berjalannya waktu, bangunan tersebut terus mengalami perubahan. Renovasi demi renovasi dilakukan, baik dari sisi luas maupun desain bangunan, mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan jamaah.
Perubahan besar terjadi pada 2014, saat Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Rachmat Yasin, menetapkan Masjid Baiturrahman sebagai masjid besar Kecamatan Ciawi. Penetapan tersebut mendorong dilakukannya renovasi lebih menyeluruh. Meski telah banyak mengalami pembaruan, bangunan asli masjid masih dapat dikenali pada bagian atap yang berbentuk tiga undakan. Sementara bagian lainnya sebagian besar telah direnovasi.
Tak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, kawasan masjid kini juga dilengkapi sarana pendidikan. Di area sekitar masjid berdiri lembaga pendidikan dari jenjang dasar hingga sekolah menengah atas, yang semakin menguatkan peran Masjid Baiturrahman sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat Ciawi.