Olahraga yang Cocok agar Tetap Bugar Selama Ramadan
- 05 Mar 2026 09:52 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Bulan Ramadan sering kali identik dengan perubahan pola makan dan waktu istirahat. Meski begitu, bukan berarti aktivitas fisik harus berhenti total. Justru dengan olahraga yang tepat, tubuh bisa tetap bugar, segar, dan lebih siap menjalani ibadah puasa seharian penuh.
Kunci utama berolahraga saat Ramadan adalah memilih waktu dan intensitas yang sesuai. Waktu favorit banyak orang adalah menjelang berbuka puasa atau setelah salat tarawih. Menjelang magrib, olahraga ringan bisa langsung diikuti dengan asupan cairan dan makanan saat berbuka. Sementara setelah tarawih, tubuh sudah mendapat energi sehingga lebih siap untuk aktivitas dengan durasi sedikit lebih panjang.
Salah satu olahraga yang paling aman dilakukan adalah jalan santai. Aktivitas ini tidak memerlukan peralatan khusus dan bisa dilakukan di sekitar rumah atau taman kota. Intensitasnya yang ringan membuat tubuh tetap aktif tanpa risiko dehidrasi berlebihan. Jalan kaki selama 20–30 menit sudah cukup untuk menjaga kebugaran jantung dan melancarkan peredaran darah.
Yoga dan stretching juga menjadi pilihan ideal selama Ramadan. Gerakan yang fokus pada pernapasan dan kelenturan membantu tubuh lebih rileks serta mengurangi stres. Selain itu, latihan ini dapat memperbaiki postur tubuh yang mungkin kaku akibat perubahan pola tidur selama bulan puasa.
Bagi yang ingin olahraga dengan sedikit tantangan, bersepeda santai atau jogging ringan bisa dilakukan menjelang berbuka. Namun, penting untuk tidak memaksakan diri. Dengarkan sinyal tubuh dan segera hentikan aktivitas jika merasa pusing atau terlalu lelah. Prinsipnya, Ramadan bukan waktu untuk mengejar target performa, melainkan menjaga konsistensi dan kesehatan.
Latihan kekuatan ringan seperti bodyweight training seperti push up, squat, atau plank, juga bisa menjadi opsi. Cukup lakukan 2–3 set dengan repetisi secukupnya. Intensitas sedang sudah memadai untuk mempertahankan massa otot tanpa membuat tubuh kehabisan energi.
Selain jenis olahraga, asupan nutrisi saat sahur dan berbuka juga memegang peranan penting. Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi dan pilih makanan bergizi seimbang agar tubuh memiliki energi yang cukup. Istirahat yang cukup pun tak kalah penting untuk membantu proses pemulihan.
Pada akhirnya, olahraga di bulan Ramadan tidak ditakar dari seberapa berat latihan yang dilakukan, tetapi lebih kepada menjaga ritme hidup tetap sehat dan seimbang. Dengan memilih aktivitas yang tepat dan mengatur waktu secara bijak, tubuh tetap bugar, ibadah pun berjalan lancar hingga akhir bulan suci.