Waspada TBC, Masyarakat Indonesia Tidak Mengenal Gejala dan Pengobatannya

  • 03 Mar 2026 08:41 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Badan kesehatan dunia PBB, WHO menyebut sekitar seperempat masyarakat dunia terpapar penyakit Tuberkolosis. kondisi ini menjadi peringatan bagi penduduk dunia dan indonesia bahwa infeksi menular TBC lewat udara, menyebabkan TBC bisa menyerang siapa saja, apalagi kesdaran akan penyakit TBC di indonesia masih rendah.

Rendahnya kesadaran masyarakat indonesia akan TBC menjadikan indonesia merupakan negara yang memiliki beban kasus TBC terberat no. 2 di dunia, sementara hal itu juga memicu stigma, ketidaktahuan gejala, dan putus obat (20-25% pasien tidak tuntas pengobatan), yang berpotensi meningkatkan kasus resistensi obat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bidang 4 PKK Kota Bogor, drg. Firy Firman menyatakan bahwa kesadaran masyarakat masih sangat kurang terhadap paparan infeksi TBC.

“Biasanya masyarakat tidak terlalu aware tentang gejala gejala TBC, seperti batuk yang tak kunjung sembuh dan juga penurunan berat badan , sehingga jarang melakukan pemeriksaan dahak ke fasilitas kesehatan,” kata drg. Firy Firman, Senin, 2 Maret 2026.

Hasil survei online dan offline yang dilakukan oleh Stop TB Partnership Indonesia (STPI) yang bekerja sama dengan StratX pada 2022. terhadap 500 responden berusia 18-39 tahun di DKI Jakarta dan Jawa Barat, hanya 10,1 persen responden yang menganggap batuk lebih dari dua minggu merupakan gejala TBC.

Sementara, pada survei offline terhadap 100 orang, diketahui bahwa hanya 4 persen responden yang menganggap batuk lebih dari 2 minggu adalah gejala TBC. pengobatan TBC aktif dilakukan dalam jangka waktu sekitar 6-24 bulan secara tuntas. Berhenti sebelum waktunya akan berdampak pada kemunculan kembali bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Rekomendasi Berita