Solata Siap Tayang di Bulgaria Akhir Januari

  • 13 Jan 2026 13:40 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Film nasional berjudul Solata mengangkat isu pendidikan di daerah terpencil Desa Ollon, Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Desa Ollon yang terkenal dengan keindahan alam pegunungannya itu menjadi latar utama cerita film Solata, dengan beberapa proses syutingnya juga dilakukan di sekitar Toraja, Palopo, dan Enrekang.

Dalam bahasa lokal, Solata yang berarti “teman adalah keluarga” itu menampilkan kisah inspiratif tentang perjalanan seorang relawan muda bernama Angkasa. Ia menemukan makna kehidupan setelah menjadi guru di desa terpencil lewat program Nusantara Berbakti.

Ditengah pelariannya dari hiruk pikuk ibu kota usai pengalaman pahit yang dilaluinya, ia justru menemukan kesederhanaan serta hubungan tulus yang memberikan kebahagiaan dan makna yang lebih mendalam. Film nasional yang mengusung kearifan lokal dari Tana Toraja ini mulai tayang di bioskop pada 6 November 2025.

Sejak awal penayangannya, Solata telah meraup kurang lebih 15.000 penonton. Ichwan Persada sebagai sutradara Solata mengatakan Solata bukan sekedar drama pengabdian, tapi juga refleksi sosial dan kemanusiaan.

Menurut data Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi 2020/2021, Sulawesi Selatan menempati peringkat kelima provinsi dengan jumlah anak putus sekolah terbanyak di Indonesia. Inilah yang menginspirasi Ichwan untuk menggarap Solata.

Dilansir dari Demi Film, Film yang dibintangi Rendy Kjaernett dan Rachel Natasya ini pun akan tayang di Bulgaria atas undangan dari Kedubes Indonesia di Bulgaria, 27 Januari 2026 mendatang. Nantinya film ini akan hadir dengan terjemahan bahasa Inggris dan Bulgaria.

Sementara itu, Jurnalis Senior Demi Film Indonesia, Fachrul Muchsen mengatakan Solata unggul dan punya daya saing. “Panorama indah bukit Ollon dan juga destinasi negeri di atas awan, Toraja”, ungkapnya saat dikonfirmasi rri.co.id, Selasa (13 Januari 2026).

Dikatakan, Solata adalah karya sinematik berbasis pentingnya pendidikan untuk desa tertinggal sehingga karya sineas Ichwan Persada itu patut diapresiasi. “Solata adalah alternatif tontonan yang inspiratif dan tidak melulu horor”, jelas Arul.

Rekomendasi Berita