Bukan Horor Biasa, Kolong Mayit Suguhkan Sensasi Berbeda
- 04 Mar 2026 14:48 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Sebuah thread dari forum Kaskus berjudul Rarasukma karya M. Shiddig menarik perhatian Rumah Semut Film dan Sultra Sinema Investama untuk mengadaptasi ceritanya ke dalam film layar lebar berjudul Kolong Mayit. Film yang dibintangi Samuel Rizal, Leoni Vitria, Cahya Arynagara, Fuad Idris, Tania Anjani itu mengambil latar tanah Pasundan dan menjadikan kaki Gunung Salak, Bogor sebagai lokasi syutingnya.
Sutradara, Irham Acho Bahtiar menjelaskan film ini bercerita tentang 3 orang Kru Dokumenter yang ditugaskan meliput acara setiap 20 tahunan “Nyambat Karuhun” di sebuah dukuh bernama Kolong Mayit. “Di sebut Kolong Mayit karena di perkampungan ini rumah-rumahnya berbentuk panggung dan dibawah kolong rumah mereka ada banyak kuburan leluhur turun temurun dikuburkan disitu, " jelas Irham Acho Bahtiar lugas saat press release, Rabu (4 Maret 2026) di Jakarta.
“Nyambat Karuhun” merupakan ritual untuk mensucikan kembali kuburan para leluhur agar arwah mereka tidak keluar dan mengganggu manusia. Namun, salah satu ritualnya dilanggar hingga membuat para kru harus menghadapi sebuah ancaman nyata yang selama ini tak pernah mereka bayangkan.
Acho mengaku bahwa film Kolong Mayit mengusung genre Horor tapi hadir dengan visi yang agak berbeda dari Horor biasanya, sebab penampilan hantu lokal jenis pocong di Indonesia atau yang disebut Mayit dalam film ini dibuat unik dan berbeda dari kemunculan biasanya. Disamping itu, meski dibuat dalam kemasan fiksi, sebagian besar dialog dari film ini menggunakan bahasa asli Sunda.
Penulis skenario, Aria Gardhadipura yang sebelumnya juga sukses menulis film Lift mencoba menyuguhkan sosok pocong berevolusi menjadi lebih agresif, kuat dan menyerang tanpa batasan dengan cara yang brutal. Ini mengingatkan pada sosok Zombie klasik yang dahulunya berjalan lambat hingga akhirnya di revolusi menjadi super cepat dibeberapa film bertema Zombie di masa kini.
Kolong Mayit menandai bagaimana pocong yang biasanya kita kenal hanya muncul sebagai jumpscaredengan fisiknya untuk menakutkan. Uniknya, di film ini, penonton diberikan tampilan yang lebih nyata dengan cara mengejar hingga memangsa tanpa bisa dihentikan dengan cara biasa.
Film Kolong Mayit juga menjadi persembahan unik di genre Horor Indonesia yang memperlihatkan beragamnya jenis hantu lokal multi etnik dengan kearifan lokal Indonesia yang meski sudah sering sekali diangkat, namun dengan sentuhan eksplorasi berbeda dan dikemas secara kreatif sehingga membuat entitas ini menjadi sebuah sosok unik dan baru yang belum pernah dilihat sebelumnya. Ini juga menjadikan tonggak sejarah baru ketika sebuah tema Zombie lokal dieksplorasi dengan menggunakan sosok fisik Pocong atau yang dalam Bahasa lokalnya disebut Mayat Hidup.
Dikatakan Acho, totalitas dalam pengerjaan film ini juga terbilang serius. Set seluruh rumah kampungnya dibangun khusus 6 bulan sebelumnya di sebuah kawasan hutan yang dibersihkan demi untuk menciptakan ekslusifitas suasana kampung yang terisolir dengan atmosfer sepi. “Demi memberikan sesuatu hiburan baru yang berbeda, untuk salah satu adegannya bahkan sampai melibatkan hampir 100 sosok pocong/mayit secara serempak bersamaan," jelas Acho sumringah.