Perspektif Work-Life Balance Ala Gen Z

  • 29 Apr 2025 14:02 WIB
  •  Bone

KBRN, Bone: Sebagai generasi yang tumbuh dengan internet, media sosial dan perangkat digital, gen Z memang memiliki cara pandang yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Dalam sebuah survei di platform online Jakpat yang dilakukan kepada 1.262 responden gen Z dengan rentang usia 18-20 tahun pada Februari 2024 menyebutkan bahwa 95 % gen Z menyatakan work-life balance adalah sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi oleh pemberi kerja.

Dalam dunia kerja, mereka menginginkan lingkungan kerja yang fleksibel agar dapat menyeimbangkan tanggung jawab kerja dengan kehidupan pribadi atau work-life balance. Tuntutan ini dapat mencakup beberapa hal, seperti jam kerja yang luwes, bekerja dari rumah, atau pilihan untuk mengerjakan tugas di berbagai lokasi.

Dosen Universitas Mulia Balikpapan, Andi Indra Saputra Alamsyah, M.AB. menjelaskan gen Z memiliki peluang di ruang digital yang dapat mendukung fleksibilitas kerja, seperti start up, freelance dan remote job. “Mereka bisa mendapatkan akses luas, apalagi sekarang pasar global sudah mulai berkembang”, ungkapnya dalam Dialog RRI, senin (28/4/2025).

Menurut Indra, gen Z lebih memilih untuk bekerja pada sektor yang bisa memberikan mereka kebebasan untuk menyuarakan aspirasi serta jaminan pendapatan besar karena mereka berorientasi pada angka. “Beberapa gen Z yang telah menyelesaikan pasca sarjananya, memandang karir sebagai dosen itu menjanjikan, tapi gajinya rendah sehingga mereka ingin bisa memiliki karir tambahan untuk dapat memenuhi lifestylenya”, ujarnya.

Terlebih, tren soft saving di kalangan gen Z menekankan pengembangan diri dan kesehatan mental, dibandingkan kekhawatiran finansial, maka tak heran jika mereka cenderung memiliki gaya hidup yang hedon. “Pola pikir seperti itu harus diubah dengan Growth Mindset supaya mereka bisa mulai untuk menyiapkan safety net dan berpikir jangka panjang, misalnya dengan berinvestasi pada reksadana, saham, atau emas selama memahami resikonya. Apalagi ditengah ketidakpastian ekonomi seperti sekarang”, tutupnya.

Rekomendasi Berita