Menelusuri Jejak Sejarah Kacamata

  • 13 Mei 2025 08:23 WIB
  •  Bone

KBRN, Bone: Kacamata tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu penglihatan bagi orang yang mengalami gangguan mata seperti rabun, kini kacamata telah menjadi bagian dari fashion yang dapat menunjang penampilan. Berbagai merk kenamaan dunia pun tak tanggung-tanggung menawarkan produknya dengan harga yang fantastis.

Fungsinya sebagai item fashion membuat kacamata memiliki model yang beragam dan dapat disesuaikan dengan bentuk wajah pemakainya. Dikutip dari axe.com Adapun modelnya, seperti wayfarer untuk wajah bulat atau chubby, round untuk muka lebar, oversized untuk muka lonjong atau dagu lancip, aviator adalah model timeless yang cocok untuk dahi lebar dan dagu yang lancip, untuk tampilan lebih dewasa dan serius.

Jika ditilik dari sejarahnya, seperti dikutip dari laman Wikipedia, kacamata pertama kali dimulai dari Nero, seorang kaisar Roma, yang berkuasa pada tahun 54 sampai 68 Masehi. Nero selalu menggunakan batu permata cekung untuk membaca hingga menonton pertunjukan, walaupun tidak diketahui dengan pasti apakah Nero memiliki masalah dengan penglihatannya.

Sedangkan untuk model kacamata yang lazim digunakan sekarang, Bangsa Cina disebut-sebut sebagai yang pertama kali menggunakannya. Biasanya kacamata terbuat dari lensa yang berbentuk oval sangat besar dan terbuat dari kristal batu serta bingkai dari tempurung kura-kura.

Bangsa Cina menggunakan dua kawat yang diberi pemberat serta dikaitkan ke telinga mereka atau lensanya diikatkan ke topi atau menggunakan kait yang dicantolkan ke pelipis agar dapat memegang kacamata mereka. Pada masa itu, kacamata hanya digunakan sebagai jimat keberuntungan atau alat untuk membuat mereka terlihat lebih keren dan berwibawa sehingga kadang mereka hanya mengenakan bingkai kacamatanya saja tanpa lensa.

Pada akhir abad ketiga belas, akhirnya ditemukan bahwa penggunaan kaca sebagai lensa jauh lebih baik daripada menggunakan batu transparan. Hal ini berdasarkan hasil penelitian ilmuan dan sejarawan Inggris yang bernama Sir Joseph Needham. Penelitiannya menunjukkan bahwa kacamata ditemukan 1000 tahun lalu di Cina dan tersebar ke seluruh dunia pada zaman kedatangan Marco Polo pada tahun 1270.

Rekomendasi Berita