Batuk Berkepanjangan Kini Perlu Diwaspadai
- 07 Jan 2026 20:22 WIB
- Bone
KBRN, Bone: Batuk merupakan keluhan umum yang sering dialami masyarakat dan kerap dianggap sepele. Namun, dokter mengingatkan bahwa batuk tidak selalu aman bagi kesehatan, terutama jika berlangsung lebih dari waktu normal.
Hal tersebut disampaikan dr. Andi Muhammad Haidir, Sp.P, dalam Program Halo Dokter RRI Bone, Rabu (7/1/2026). Menurut dr. Andi Muhammad Haidir, batuk akibat flu yang disebabkan virus umumnya akan sembuh dengan sendirinya dalam rentang waktu 4 hingga 7 hari.
“Selama masih dalam waktu itu, batuk masih bisa dikatakan normal. Bahkan tanpa obat pun, dengan menghindari pencetus seperti debu dan udara dingin, biasanya akan sembuh sendiri,” jelasnya.
Namun, batuk yang berlangsung lebih dari satu pekan perlu mulai diwaspadai. Terlebih jika batuk tidak berhenti hingga dua pekan atau lebih, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius.
“Secara klinis, batuk yang tidak berhenti selama dua minggu merupakan salah satu kriteria yang harus diperiksa lebih lanjut,” ujar dr. Andi.
Ia juga meluruskan stigma di masyarakat yang kerap mengaitkan batuk lama dengan penyakit tuberkulosis (TBC). Menurutnya, batuk berkepanjangan tidak selalu disebabkan TBC.
“Perokok aktif, paparan asap, debu, hingga asam lambung atau GERD juga bisa menyebabkan batuk lama. Tubuh secara alami akan bereaksi terhadap pencetus yang terus-menerus masuk,” ungkapnya.
Meski demikian, dr. Andi menegaskan bahwa batuk lebih dari dua minggu yang disertai penurunan berat badan, nafsu makan menurun, dan demam ringan berkepanjangan perlu segera diperiksakan. “Ciri khas TBC itu demamnya tidak tinggi, tapi meriang terus-menerus. Untuk memastikan, semua harus melalui pemeriksaan medis, tidak bisa hanya disimpulkan sendiri,” tutupnya.