Kecemasan Memperparah GERD, Ahli Ingatkan Pola Hidup Sehat
- 26 Jan 2026 15:31 WIB
- Bone
RRRI.CO.ID, Bone -Kecemasan berlebih dapat memperparah gejala gastroesophageal reflux disease (GERD). Kondisi psikologis yang tidak stabil diketahui berpengaruh terhadap peningkatan produksi asam lambung serta melemahnya fungsi katup antara lambung dan kerongkongan.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Elim Jusri, Sp.PD., menjelaskan bahwa stres dan kecemasan memiliki kaitan erat dengan gangguan pencernaan, termasuk GERD. “Saat seseorang mengalami cemas atau stres, produksi asam lambung cenderung meningkat. Hal ini membuat gejala GERD seperti nyeri ulu hati, dada terasa panas, hingga mual menjadi lebih sering dan lebih berat,” ujar dr. Elim saat dikonfirmasi rri.co.id, Senin 26 Januari 2026.
Lebih lanjut, dr. Elim mengungkapkan bahwa kecemasan juga dapat memengaruhi sensitivitas saraf di saluran cerna. Akibatnya, keluhan GERD dirasakan lebih mengganggu meskipun tingkat asam lambung tidak terlalu tinggi. “Pasien GERD yang disertai kecemasan biasanya merasakan keluhan lebih berat dibandingkan kondisi medis yang sebenarnya,” jelasnya.
Selain itu, dr. Elim menegaskan bahwa GERD bukanlah penyebab utama kematian. Namun, jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Salah satunya adalah aspirasi asam lambung ke saluran pernapasan. “GERD kronis juga dapat menyebabkan peradangan hingga perdarahan pada kerongkongan akibat paparan asam lambung yang berlangsung lama,” tuturnya.
dr. Elim mengimbau masyarakat agar tidak hanya berfokus pada pengobatan medis, tetapi juga memperhatikan kesehatan mental dan pola hidup sehari-hari. Pengelolaan stres yang baik dinilai memiliki peran penting dalam mengendalikan gejala GERD agar tidak semakin parah.
Ia juga menyarankan penerapan pola hidup sehat seperti makan teratur, tidur cukup, serta menghindari makanan dan minuman pemicu asam lambung, seperti makanan pedas, berlemak, dan berkafein. “Dengan perubahan gaya hidup yang tepat dan pengelolaan stres yang baik, GERD dapat dikendalikan sehingga kualitas hidup penderita tetap terjaga,” tutup dr. Elim.