Dokter Ungkap Tips Aman Pasien Diabetes Berpuasa Ramadan
- 07 Mar 2026 16:53 WIB
- Bone
RRI.CO.ID,Bone - Dokter spesialis penyakit dalam dr. Sukamdani Rachman, Sp.PD mengingatkan pasien Diabetes Mellitus (DM) agar memperhatikan kondisi kesehatan sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadan. Menurutnya, pasien diabetes tetap bisa berpuasa selama kondisi gula darah terkontrol dan telah berkonsultasi dengan tenaga medis.
dr. Sukamdani menyampaikan, secara medis pasien DM dibagi dalam tiga kategori risiko jika ingin menjalankan puasa, yaitu risiko rendah, sedang, dan tinggi. Pasien dengan risiko rendah umumnya masih aman menjalankan puasa, sementara kategori sedang dianjurkan berhati-hati, dan risiko tinggi sebaiknya tidak berpuasa.
“Kalau berdasarkan pedoman internasional, pasien diabetes dibagi menjadi tiga kategori risiko. Risiko rendah biasanya masih aman berpuasa, tetapi untuk risiko tinggi sebenarnya tidak dianjurkan karena bisa membahayakan kondisi kesehatannya,” kata dr. Sukamdani saat dikonfirmasi Sabtu, 7 Maret 2026.
Ia menjelaskan, konsultasi medis sebelum Ramadan menjadi langkah penting bagi pasien DM. Hal ini untuk mengetahui apakah kadar gula darah sudah terkontrol atau belum sehingga dokter dapat menentukan tingkat risiko pasien saat menjalankan puasa.“ Pasien yang gula darahnya sudah terkontrol biasanya lebih aman untuk berpuasa. Tetapi jika belum terkontrol, pengaturan obat maupun pola makan saat puasa bisa menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan,” ujarnya.
Selain itu, pengaturan obat juga perlu diperhatikan selama Ramadan. Untuk obat yang biasa diminum satu kali sehari pada pagi hari, dokter menyarankan agar waktu konsumsi dipindahkan saat berbuka puasa.“ Obat yang biasanya diminum pagi hari saat tidak puasa, pada bulan Ramadan disarankan diminum saat berbuka. Penyesuaian ini penting agar pengobatan tetap efektif dan aman,” jelasnya.
Terkait anggapan bahwa pemeriksaan gula darah dapat membatalkan puasa, dr. Sukamdani menegaskan hal tersebut tidak benar. Pemeriksaan gula darah hanya mengambil sampel darah dan tidak memasukkan zat apa pun ke dalam tubuh.“ Memeriksa gula darah tidak membatalkan puasa, jadi pasien tidak perlu takut melakukan pemantauan kadar gula selama Ramadan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pasien DM disarankan rutin memantau kadar gula darah, misalnya sebelum sahur, siang hari, sebelum berbuka, dua jam setelah berbuka, dan sebelum tidur. Pemantauan ini penting untuk mencegah kondisi gula darah terlalu rendah atau terlalu tinggi selama menjalankan ibadah puasa.