Pantang dan Puasa Umat Katolik di Masa Prapaskah.

  • 05 Mar 2026 18:02 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID,Boven Digoel – Umat Katolik di seluruh dunia menjalani Masa Prapaskah sebagai waktu persiapan menyambut perayaan Paskah. Masa ini dimulai pada Rabu Abu dan berlangsung selama 40 hari.

Selama Masa Prapaskah, umat diajak memperdalam iman melalui doa, pertobatan, serta menjalankan praktik pantang dan puasa. Kedua praktik ini menjadi bagian penting dalam kehidupan rohani umat Katolik sebagai bentuk pengendalian diri sekaligus mengenang pengorbanan Yesus Kristus yang wafat demi keselamatan manusia.

Dalam ajaran Gereja Katolik, umat diwajibkan menjalankan puasa pada dua hari utama, yakni Rabu Abu dan Jumat Agung. Puasa dimaknai dengan makan kenyang satu kali dalam sehari, sementara dua kali makan lainnya diperbolehkan dalam porsi kecil sepanjang tidak menyamai porsi makan utama.

Selain puasa, umat Katolik juga menjalankan pantang. Pantang biasanya dilakukan dengan tidak mengonsumsi daging atau menahan diri dari makanan yang disukai. Praktik ini dilaksanakan setiap hari Jumat selama Masa Prapaskah sebagai bentuk pengorbanan dan latihan pengendalian diri.

Gereja menegaskan bahwa pantang dan puasa tidak hanya berkaitan dengan makanan. Umat juga diajak untuk memperbanyak doa, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta melakukan berbagai perbuatan baik.

Melalui pantang dan puasa, Masa Prapaskah menjadi waktu refleksi bagi umat Katolik untuk memperdalam iman dan mempersiapkan hati menyambut sukacita Paskah. Praktik ini juga mengingatkan bahwa pengorbanan kecil dalam kehidupan sehari-hari dapat menumbuhkan sikap rendah hati serta kepedulian terhadap sesama.

Rekomendasi Berita