Edukasi Lingkungan Sejak Dini, Langkah Nyata Cegah Banjir

  • 09 Nov 2025 08:40 WIB
  •  Bovendigoel

KBRN, Boven Digoel: Edukasi lingkungan sejak dini menjadi langkah nyata dalam mencegah bencana banjir yang hampir setiap tahun melanda berbagai wilayah di Indonesia. Banjir bukan hanya disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, tetapi juga oleh kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Hingga kini, persoalan banjir masih menjadi tantangan yang belum sepenuhnya teratasi. Banyak masyarakat yang belum memahami bahaya dan penyebab banjir. Salah satu penyebab utamanya adalah perilaku sepele, seperti membuang sampah sembarangan ke sungai atau selokan, yang akhirnya menyebabkan penyumbatan dan meluapnya air saat hujan deras.

Untuk menanggulangi banjir, masyarakat dapat melakukan langkah-langkah sederhana namun berdampak besar, sebagaimana dikutip dari laman pusatkrisis.kemenkes.go.id. Beberapa di antaranya adalah menjaga kebersihan lingkungan sekitar, tidak membuang sampah ke sungai, serta menjaga fungsi sungai dan selokan agar tetap lancar.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak mendirikan rumah di pinggiran sungai, karena hal tersebut dapat mengganggu aliran air dan memperbesar risiko banjir. Pemerintah dan warga perlu bekerja sama dalam melakukan program tebang pilih dan reboisasi, yaitu menanam kembali pohon setelah penebangan agar hutan tetap terjaga dan mampu menyerap air hujan dengan baik.

Langkah lainnya adalah membuang sampah pada tempatnya dan rajin membersihkan saluran air melalui kegiatan gotong royong secara berkala. Saluran air yang bersih akan mempermudah aliran air hujan dan mencegah terjadinya genangan.

Melalui edukasi lingkungan sejak dini, masyarakat diharapkan tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap kebersihan dan keseimbangan alam. Kesadaran kolektif inilah yang menjadi kunci utama untuk menekan risiko banjir dan menjaga kelestarian lingkungan di masa depan.

Rekomendasi Berita