Kuliner Khas Papua: Dari Papeda hingga Bagea
- 26 Feb 2026 07:53 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel - Papua tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya yang memukau, tetapi juga karena kekayaan kulinernya yang unik dan autentik. Makanan khas Papua umumnya memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar kita, seperti sagu, ikan laut dan umbi-umbian. Cita rasanya yang sederhana, tetapi memiliki karakter kuat yang mencerminkan kehidupan masyarakat setempat yang dekat dengan alam.
Salah satu makanan paling ikonik dari Papua adalah papeda. Hidangan ini terbuat dari sagu yang dimasak hingga mengental dan bertekstur lengket seperti bubur kental. Papeda biasanya disajikan bersama kuah ikan kuning yang kaya akan rempah. Perpaduan rasa gurih dari ikan dan tekstur lembut papeda menciptakan sensasi makan yang berbeda dari makanan pokok berbahan nasi. Di berbagai daerah seperti Jayapura dan Manokwari, papeda menjadi sajian utama dalam berbagai acara adat maupun santapan keluarga sehari-hari.
Selain papeda, ada pula ikan bakar Manokwari yang terkenal dengan bumbu khasnya. Berbeda dari ikan bakar pada umumnya, hidangan ini menggunakan sambal mentah yang terbuat dari cabai dan bawang yang dicincang kasar, lalu dicampur dengan perasan jeruk. Ikan yang digunakan biasanya ikan tongkol atau ikan laut segar lainnya. Proses pembakaran dilakukan hingga matang sempurna, kemudian disiram dengan sambal segar di atasnya. Rasa pedas, asam dan gurih berpadu menjadi satu, sangat menggugah selera siapa pun yang mencicipinya.
Tidak hanya itu, Papua juga memiliki beragam olahan sagu lainnya, seperti sagu lempeng dan bagea. Sagu lempeng berbentuk pipih dan memiliki tekstur keras, biasanya dinikmati dengan teh atau kopi. Sementara itu, bagea adalah kue kering berbahan dasar sagu yang memiliki cita rasa manis dan memiliki aroma yang khas. Makanan-makanan ini menunjukkan betapa pentingnya sagu sebagai sumber pangan utama masyarakat Papua sejak dahulu kala.
Keunikan kuliner Papua bukan sekadar soal rasa, tetapi juga tentang nilai budaya yang melekat di dalamnya. Setiap hidangan mencerminkan kearifan lokal, kebersamaan dan cara hidup yang selaras dengan alam.