Tari Kataga, Tarian Perang Tradisional dari Sumba Barat
- 25 Feb 2026 16:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Tari Kataga merupakan tarian tradisional yang berasal dari Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Tarian ini dikenal sebagai tari perang yang sarat nilai sejarah dan simbol keberanian masyarakat setempat.
Nama ‘Kataga’ berasal dari bahasa daerah Sumba, yang berakar dari kata taga berarti belah kepala atau pancung. Istilah tersebut menggambarkan semangat kemenangan dan keberanian prajurit dalam peperangan antarsuku pada masa lampau.
Pada awalnya, Tari Kataga dipentaskan sebagai bagian dari ritual usai pertempuran. Gerakannya mencerminkan ketangkasan, kekuatan, serta semangat juang para laki-laki Sumba dalam mempertahankan wilayahnya.
Dalam pertunjukan, tarian ini umumnya dibawakan oleh delapan penari atau lebih yang seluruhnya laki-laki. Mereka dibagi menjadi dua kelompok yang saling berhadapan, menyerupai dua pasukan yang bersiap bertempur.
Para penari mengenakan busana adat khas Sumba lengkap dengan pedang dan perisai sebagai properti utama. Iringan gong dan tambur, ditambah teriakan penuh semangat, membuat suasana pertunjukan terasa dramatis dan enerjik.
Seiring waktu, fungsi Tari Kataga mengalami perkembangan. Kini, tarian tersebut lebih sering ditampilkan dalam acara adat, penyambutan tamu kehormatan, pembangunan rumah adat, hingga festival budaya.
Meski tidak lagi berkaitan dengan peperangan, Tari Kataga tetap mempertahankan makna keberanian dan solidaritas. Tarian ini menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian budaya masyarakat Sumba di Nusa Tenggara Timur.