Tradisi Unik Ramadan di Negara-negara Eropa

  • 26 Feb 2026 12:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta — Setiap bulan Ramadan hadir, setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi unik untuk menyambut bulan Ramadan. Namun, tradisi menarik menyambut Ramadan ternyata juga ada di sejumlah negara Eropa.

Melansir dari berbagai sumber, Kamis, 26 Februari 2026, Belanda menjadi salah satu negara Eropa dengan tradisi menyambut Ramadan. Di Amsterdam, bazar Ramadan digelar setiap tahun untuk menghadirkan suasana meriah.

Awalnya, bazar ini dianggap ilegal karena tidak memiliki izin perdagangan. Namun sejak 2005, bazar tersebut resmi diresmikan oleh Walikota Amsterdam, Job Cohen.

Di bazar ini, pengunjung bisa menemukan berbagai makanan dan barang khas Timur Tengah, serta makanan dan barang khas Indonesia. Republik Ceko memiliki tradisi Ramadan yang berfokus pada kegiatan ibadah di Islamic Center.

Banyak umat Muslim sengaja melakukan iktikaf atau menginap di masjid pada pertengahan hingga akhir Ramadan. Selain itu, restoran ala Timur Tengah akan buka hingga larut malam untuk menyediakan makanan bagi mereka yang berpuasa.

Di Inggris, meskipun jumlah warga yang berpuasa tidak banyak, masyarakat sangat menghormati umat Muslim. Banyak kafe dan restoran memasang lampion khas Timur Tengah sehingga suasana Ramadan terasa meriah.

Beberapa kafe dan restoran bahkan buka hingga hampir tengah malam. hal tersebut dilakukan dengan tujuan orang yang berpuasa tetap bisa membeli makanan untuk sahur atau setelah salat tarawih.

Di Jerman, sebagian besar umat Muslim berasal dari Turki, sehingga suasana Turki terasa saat Ramadan di negara ini. Salah satu tradisi khas adalah minuman suus yang terbuat dari gula hitam.

Hidangan dschellab, yang terbuat dari gula dan sirup kurma, serta qamruddin, yaitu jus aprikot, menjadi bagian tradisi Ramadan Jerman. Tak hanya itu, kue kering qatayef yang disiram sirup gula dan kalladsch, adonan pilo isi kacang, juga turut memeriahkan perayaan.

Sementara itu, umat Muslim di Rusia menyantap kurma dan buah-buahan saat berbuka puasa. Mereka juga menikmati roti berisi berbagai bahan makanan, yang disebut khingalsh jika berisi labu atau keju, dan galnash jika berisi gandum.

Selain itu, minuman tradisional non-alkohol kvass menjadi bagian dari tradisi Ramadan di Rusia. Kvass dibuat melalui proses fermentasi dan dicampur dengan perasa buah.

Rekomendasi Berita