Presiden Prabowo Apresiasi Tata Kelola Museum Nasional
- 04 Mar 2026 15:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meninjau secara langsung Museum Nasional Indonesia, di Jakarta, Senin, 2 Maret 2026. Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, kunjungan Kepala Negara tersebut menjadi dukungan dalam pembenahan museum sebagai wajah peradaban bangsa Indonesia.
Dalam peninjauan tersebut, Presiden Prabowo tampak mengapresiasi ruang tatak letak pameran baru di museum tersebut. Diantaranya adalah ruang pamer Sejarah Awal Peradaban dan Negeri Elok.
"Presiden senang sekali dengan penataan baru Museum Nasional Indonesia termasuk pameran Sejarah Awal Peradaban dan pameran Negeri Elok. Presiden berharap museum-museum di daerah juga bisa ditata kembali," kata Fadli dalam keterangan tertulis, Rabu, 4 Maret 2026.
Menurutnya, apresiasi itu menjadi energi tambahan bagi Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) untuk terus memperbaiki tata kelola. Sekaligus meningkatkan kualitas penyajian museum di Indonesia.
Museum, katanya, bukan hanya tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi ruang refleksi untuk merawat ingatan kolektif. Bahkan, untuk memperkuat identitas serta menumbuhkan nasionalisme.
Lebih dari itu, kehadiran Presiden Prabowo mempertegas bahwa museum memiliki peran strategis sebagai institusi edukatif dan kultural. Ia memastikan, akan terus mendorong modernisasi pengelolaan museum agar lebih inklusif, adaptif, dan relevan dengan masa kini.
Sepanjang 2025, pihaknya telah merevitalisasi 152 cagar budaya dan museum di berbagai daerah. "Revitalisasi ini bagian dari komitmen memperkuat pelindungan sekaligus pemajuan warisan budaya nasional," ujarnya.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto mengatakan, pentingnya mempelajari artefak bersejarah dan warisan budaya. Hal ini sebagai bagian dari membangun kesadaran kebangsaan.
Menurut Presiden, setiap artefak yang tersimpan di museum bukan sekadar benda kuno. Melainkan jejak perjalanan panjang bangsa.
"Mempelajari artefak bersejarah dan warisan budaya bangsa menjadi pengingat bahwa peradaban besar lahir dari pengetahuan. Hal ini juga sebagai penghargaan terhadap masa lalu bangsa kita," kata Presiden.