Mengenal Tari Kretek dari Kudus yang Angkat Kisah Pekerja Industri Kretek

  • 05 Mar 2026 13:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Tari Kretek dari Kudus menggambarkan kehidupan para buruh yang bekerja di industri rokok kretek daerah tersebut. Tarian ini menampilkan proses pekerjaan mulai dari memilih tembakau hingga kegiatan memasarkan hasil produksi kretek.

Dilansir dari laman Indonesia Kaya, Kudus dikenal sebagai kota di Jawa Tengah yang lekat dengan industri kretek. Perekonomian masyarakat di kota tempat makam Sunan Kudus berada banyak ditopang kegiatan industri produksi kretek.

Kondisi tersebut melahirkan sebuah tarian yang menggambarkan keseharian para pekerja dalam mengolah dan menghasilkan kretek. Cerita tari menampilkan rangkaian aktivitas pekerja sejak pemilihan tembakau hingga proses penjualan hasilnya kepada masyarakat.

Dalam pementasannya, gerakan penari perempuan terlihat seperti menggunting atau merapikan ujung rokok kretek yang dibuat. Sementara penari laki-laki menampilkan gerakan menyerupai mandor yang mengawasi para buruh saat bekerja di pabrik kretek.

Pada masa awal kemunculannya, tarian ini sebenarnya dikenal masyarakat dengan nama Tari Mbatil sejak dahulu. Namun sebutan mbatil dianggap kurang populer sehingga kemudian diganti menjadi nama tari kretek yang dikenal sekarang.

Tari kretek mulai dikenal luas oleh masyarakat sekitar tahun 1985 sejak sering dipentaskan dalam berbagai acara. Tarian tersebut disebut diciptakan oleh seorang seniman bernama Endang Tonny dari Kudus pada masa itu.

Pertunjukan tari kretek biasanya dibawakan oleh beberapa penari perempuan bersama satu penari laki-laki dalam satu panggung. Gerakan para penari terlihat lincah dan rancak sehingga mencerminkan aktivitas pekerja kretek dalam keseharian mereka.

Kelincahan gerakan penari kretek turut dipengaruhi iringan musik gamelan yang dimainkan selama pementasan berlangsung di panggung. Penari perempuan mengenakan pakaian khas Kudus dilengkapi caping serta tampah, sedangkan penari laki-laki memakai blangkon saat menari.

Rekomendasi Berita