Sejarah dan Perkembangan Calung dalam Tradisi Musik Sunda
- 05 Mar 2026 13:13 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Calung merupakan alat musik tradisional khas Sunda yang telah berkembang sejak lama di wilayah Jawa Barat. Instrumen bambu ini kerap dimainkan bersama angklung yang juga menjadi bagian penting dari budaya musik masyarakat Sunda.
Dilansir dari laman Indonesia Kaya, calung dan angklung merupakan alat musik tradisional Sunda yang sering dimainkan secara bersamaan. Kedua instrumen tersebut memiliki karakteristik berbeda, terutama pada teknik memainkan alat musik yang digunakan para pemainnya.
Angklung dimainkan dengan cara digoyangkan sehingga menghasilkan bunyi khas dari susunan tabung bambu yang bergetar. Sementara itu, calung menghasilkan suara dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul pada bilah bambu yang tersusun.
Seperti angklung, calung juga dibuat dari bambu pilihan yang memiliki kualitas baik untuk menghasilkan suara jernih. Jenis bambu yang umum digunakan untuk membuat calung adalah awi wulung dan awi temen.
Perbedaan paling jelas antara calung dan angklung terletak pada teknik memainkan kedua alat musik tradisional tersebut. Angklung digetarkan dengan cara digoyangkan, sedangkan calung dimainkan dengan cara memukul bagian bambu yang tersusun.
Secara umum, calung memiliki dua jenis utama yang dikenal dalam tradisi musik masyarakat Sunda. Kedua jenis tersebut adalah calung rantay dan calung jinjing yang memiliki bentuk serta cara memainkan berbeda.
Calung pada awalnya dipentaskan untuk mengiringi berbagai upacara adat serta ritual perayaan masyarakat di Jawa Barat. Seiring perkembangan zaman, fungsi calung kemudian berkembang menjadi alat hiburan yang dinikmati masyarakat luas.