Arababu, Warisan Musik Maluku dengan Nuansa Melayu-Arab

  • 06 Mar 2026 14:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Arababu merupakan alat musik tradisional khas Maluku yang memiliki bentuk serupa rebab dan dimainkan dengan cara digesek menggunakan busur. Instrumen ini termasuk dalam kelompok chordophone karena bunyinya berasal dari getaran senar yang menghasilkan nada melengking saat digesek.

Dilansir dari laman Indonesia Kaya, arababu adalah alat musik tradisional dari Maluku yang memiliki kemiripan bentuk dengan rebab. Instrumen ini menghasilkan bunyi melodis dari senar yang digesek menggunakan busur sehingga menimbulkan nada khas.

Alat musik arababu memiliki sumber bunyi yang berasal dari dawai atau senar sehingga digolongkan sebagai alat musik chordophone. Senar tersebut menghasilkan suara bernada tinggi dan melengking ketika bergesekan dengan busur yang dimainkan oleh pemainnya.

Menurut Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, rebab pertama kali masuk ke wilayah Maluku karena dibawa pedagang Arab sebelum abad ke-16. Instrumen tersebut sebenarnya telah dikenal di kawasan Timur Tengah sejak sekitar abad ke-8 dan menyebar melalui jalur perdagangan Islam.

Beberapa jenis rebab memiliki ukuran besar dengan tangkai di bagian bawah agar dapat berdiri saat dimainkan. Sementara jenis lainnya berukuran lebih kecil seperti rebab di Jawa atau dimainkan dengan cara dipetik.

Perkembangan bentuk rebab kemudian turut memengaruhi lahirnya alat musik gesek modern seperti biola, viola, dan selo. Instrumen-instrumen tersebut mulai berkembang di kawasan Eropa sekitar abad ke-16 hingga abad ke-18.

Rebab yang pertama kali sampai di Maluku awalnya memiliki bentuk sama seperti rebab dalam paduan instrumen gamelan Jawa. Namun, alat musik tersebut kemudian dimodifikasi masyarakat setempat sehingga bentuknya berubah dan dikenal dengan nama arababu.

Arababu merupakan alat musik melodis berukuran kecil yang memiliki badan bulat dan dimainkan dengan cara digesek. Instrumen ini hanya memiliki satu senar, berbeda dengan rebab yang umumnya mempunyai dua hingga tiga senar.

Bagian pegangan arababu terbuat dari bambu panjang, sedangkan badan resonansinya menggunakan setengah tempurung kelapa. Bagian depan tempurung tersebut dilapisi membran seperti perkamen atau kulit domba serta dilengkapi busur dari serat pisang hote.

Dalam pertunjukan tradisional Maluku Utara, arababu biasanya dimainkan bersama alat musik lain seperti tifa, gong, dan fuk-fuk. Melodi yang dihasilkan memberi nuansa Melayu-Arab serta sering diiringi nyanyian dan tarian bertema perang dalam pertunjukan adat.

Rekomendasi Berita