Open House, dan Culture Flexing di Media Sosial
- 12 Mar 2026 09:37 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Tradisi open house saat Lebaran sudah lama menjadi bagian dari budaya silaturahmi. Rumah terbuka, makanan tersedia, dan tamu datang silih berganti. Namun di era media sosial, open house tak hanya jadi ajang berkumpul, tetapi juga ruang untuk menunjukkan suasana perayaan.
Istilah “culture flexing” mulai terasa relevan. Mulai dari dekorasi rumah, menu yang beragam, hingga outfit keluarga yang seragam — semuanya bisa tampil di feed dan reels. Ada kebanggaan ketika tradisi keluarga terlihat menarik di mata publik.
Bagi Gen Z, ini bisa menjadi bentuk ekspresi diri dan identitas budaya. Menampilkan tradisi bukan berarti pamer, tapi bisa juga bentuk apresiasi terhadap warisan keluarga.
Namun tetap ada sisi yang perlu disadari. Ketika fokus terlalu besar pada tampilan luar, esensi open house sebagai ruang silaturahmi bisa bergeser menjadi ajang perbandingan sosial.
Open house seharusnya tetap menjadi ruang kehangatan, bukan kompetisi estetika. Media sosial boleh jadi pelengkap, tapi nilai kebersamaan tetap menjadi inti yang tidak tergantikan. (STP/YPA)