Kenapa Kita Lebih Produktif di Deadline Terakhir?
- 12 Mar 2026 09:45 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Banyak orang merasakan lonjakan fokus dan energi justru ketika tenggat waktu sudah sangat dekat. Tugas yang sebelumnya tertunda mendadak bisa diselesaikan dengan cepat dalam waktu singkat. Fenomena ini bukan semata-mata soal kebiasaan menunda, tetapi berkaitan dengan cara otak merespons tekanan dan urgensi.
Dalam manajemen waktu dikenal konsep Parkinson’s Law yang menyatakan bahwa pekerjaan akan berkembang sesuai dengan waktu yang tersedia. Ketika waktu terasa masih panjang, seseorang cenderung bekerja lebih santai dan mudah terdistraksi. Namun saat waktu terbatas, perhatian otomatis terpusat pada hal-hal yang benar-benar penting.
Secara psikologis, hukum Yerkes-Dodson menjelaskan bahwa tingkat stres moderat dapat meningkatkan performa. Deadline memicu pelepasan adrenalin yang membuat tubuh lebih waspada dan pikiran lebih tajam. Akan tetapi, tekanan yang berlebihan justru bisa menurunkan kualitas kerja karena memicu kecemasan.
Faktor lain yang berpengaruh adalah mekanisme dopamin dalam otak. Berbagai pembahasan di Harvard Business Review dan Psychology Today menyebutkan bahwa motivasi meningkat ketika imbalan terasa semakin dekat. Deadline menghadirkan gambaran pencapaian dan rasa lega yang mendorong seseorang untuk segera bertindak.
Meskipun bekerja di akhir waktu sering terasa efektif, kebiasaan ini berisiko menyebabkan kelelahan dan stres berkepanjangan. Cara yang lebih sehat adalah membagi pekerjaan menjadi beberapa tenggat kecil agar rasa urgensi tetap terjaga. Dengan strategi tersebut, produktivitas dapat tercapai tanpa harus menunggu tekanan di detik terakhir. (STP/YPA)