Jarang Terlihat, Inilah Bunga HollyHock, dan Perawatannya

  • 03 Mar 2026 20:21 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID - Bukittinggi : Hollyhock merupakan salah satu jenis tanaman hias bunga yang pemanfaatannya sebagai bunga potong. Hollyhock diproduksi sebagai bunga potong karena memiliki nilai ekonomi dan estetika.

Hollyhock merupakan salah satu komoditas yang potensial untuk dibudidayakan secara meluas, karena nilai-nilai estetikanya dan mampu meningkatkan pendapatan petani. Selain sebagai bunga potong, bunga hollyhock juga dikenal sebagai bunga pembatas.

Tanaman bunga hollyhock merupakan tanaman yang masuk ke dalam genus Alcea. Anggota genus ini terdiri dari 60 spesies. Tanaman bunga hollyhock ini berasal dari Inggris, yang kemudian didistribusikan hingga ke Benua Asia.

Bunga hollyhock menjadi simbol dari sebuah ambisi yang menggebu, yaitu perawakannya yang menjulang tinggi dan kokoh serta tahan terhadap sinar matahari. Bunga hollyhock dikenal cantik menyerupai cawan dan tumbuh pada batang tangkai bunga yang tumbuh tinggi tegak. Diantara semua spesies hollyhock, yang paling terkenal adalah spesies Alcea rosea.

Secara umum, tanaman bunga hollyhock merupakan tanaman dua tahunan (hidup selama dua tahun). Daunnya tumbuh di tahun pertama, kemudian berbunga, berbiji dan mati pada tahun berikutnya. Namun kondisi yang demikian juga dapat dipengaruhi oleh pertumbuhan dan daya tahan tanaman.

Dimana tanaman bunga hollyhock juga dapat hidup lebih dari dua tahun, seperti pada beberapa iklim bunga hollyhock dapat bertahan lama meskipun berumur pendek.

Alcea rosea atau hollyhock merupakan tanaman berbunga tinggi yang indah, tetapi daunnya sering diserang ulat pemakan daun. Agar tanaman ini terhindar dari ulat, perawatan rutin sangat penting dilakukan.

Periksa bagian bawah daun setiap pagi atau sore hari karena ulat dan telur serangga biasanya bersembunyi di sana. Jika ditemukan ulat, segera ambil dan buang secara manual, serta pangkas daun yang sudah rusak parah agar hama tidak menyebar.

Selain itu, gunakan pestisida alami seperti campuran air dan sedikit sabun cair yang disemprotkan ke permukaan daun, terutama bagian bawahnya. Minyak mimba (neem oil) juga efektif untuk mengusir ulat dan mencegah telur menetas jika digunakan sesuai dosis.

Menanam tanaman pendamping seperti lavender, mint, atau rosemary di sekitar hollyhock dapat membantu karena aromanya kurang disukai serangga. Pastikan area tanam tetap bersih dari gulma dan daun kering agar tidak menjadi tempat persembunyian hama, serta jaga sirkulasi udara dan hindari kelembapan berlebihan.

Dengan perawatan yang konsisten dan lingkungan yang bersih, hollyhock akan tumbuh sehat dan lebih tahan terhadap serangan ulat. (TW/YPA)

Rekomendasi Berita