Fenomena Capek, Padahal Tidak Melakukan Apa-apa
- 12 Mar 2026 09:48 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Banyak orang merasa lelah meskipun seharian tidak melakukan aktivitas fisik yang berat. Tubuh terasa lesu, pikiran sulit fokus, dan semangat menurun tanpa sebab yang jelas. Kondisi ini sering membuat seseorang bingung karena secara kasat mata ia tidak “sibuk”, tetapi energi tetap terkuras.
Salah satu penyebab utamanya adalah kelelahan mental akibat paparan informasi yang berlebihan. Di era digital, otak terus bekerja memproses notifikasi, media sosial, dan berbagai distraksi kecil yang tampak sepele namun terjadi berulang. Menurut pembahasan di Harvard Business Review dan Psychology Today, beban kognitif yang terus-menerus dapat menguras energi meskipun tubuh tidak banyak bergerak.
Faktor emosional juga berperan besar dalam rasa lelah tersebut. Stres ringan yang berlangsung lama, overthinking, atau kecemasan yang tidak disadari bisa membuat tubuh berada dalam kondisi siaga terus-menerus. Dalam psikologi, kondisi ini berkaitan dengan respons stres kronis yang memicu pelepasan hormon kortisol sehingga energi terasa cepat habis.
Selain itu, kualitas istirahat yang kurang optimal sering menjadi penyebab tersembunyi. Tidur cukup secara durasi belum tentu berkualitas jika pikiran masih aktif sebelum tidur atau terlalu sering terpapar layar gawai. Berbagai penelitian kesehatan menyebutkan bahwa gangguan ritme sirkadian dan kurangnya tidur nyenyak dapat memicu rasa lelah berkepanjangan.
Fenomena capek tanpa aktivitas berat pada akhirnya menunjukkan bahwa kelelahan tidak selalu bersifat fisik. Tubuh dan pikiran bekerja sebagai satu kesatuan, sehingga beban mental dan emosional sama beratnya dengan aktivitas fisik. Mengelola waktu layar, menjaga kualitas tidur, dan memberi ruang istirahat bagi pikiran menjadi langkah sederhana untuk memulihkan energi secara lebih menyeluruh. (STP/YPA)