Peringatan Sumpah Pemuda di SBT Dirangkai Festival Bahasa Daerah

  • 30 Okt 2025 09:45 WIB
  •  Bula

KBRN, Bula: Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Kecamatan Tutuktolo, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), menggelar upacara dan festival bahasa daerah di halaman SMP Negeri 30 Seram Bagian Timur, Selasa (28/10/2025). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 10.00 WIT ini diikuti oleh berbagai satuan pendidikan di wilayah tersebut.

Perayaan ini tidak hanya menjadi momentum memperingati semangat persatuan pemuda Indonesia, tetapi juga sarana pelestarian bahasa daerah di tengah generasi muda.

Selain upacara dan festival, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Bupati SBT terkait pengangkatan dan pergantian jabatan kepala sekolah yang dilaksanakan di kantor UPTD Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kecamatan Tutuktolo.

Plt Kepala UPTD Pendidikan Tutuktolo Husein kelian menyerahkan SK Kepsek salah satu satuan Pendidikan di kecamatan tersebut. (foto:dok.ist)


Dalam sambutannya, Plt Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Tutuktolo, Husein Kelian, menyampaikan rasa bangganya atas terlaksananya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus menjadi pemicu kemajuan pendidikan di wilayah Tutuktolo.

“Ini sesuatu yang membanggakan untuk Kecamatan Tutuktolo. Bukan hanya untuk pemerintah negeri Waras-Waras, pemerintah negeri Gaa, atau pak Camat dan Kapolsek, tapi untuk seluruh warga masyarakat di Kecamatan Tutuktolo,” ujar Husein dalam sambutannya.

Husein juga menekankan pentingnya kolaborasi antar tenaga pendidik untuk meningkatkan mutu pendidikan di wilayah tersebut.

“Saya lahir di Gorom, tapi hari ini bertugas di Tutuktolo. Saya tidak ingin kalah. Kalau orang bicara pendidikan di Seram Bagian Timur, saya ingin Tutuktolo dikenal lewat prestasi. Ini bukan soal jabatan, tapi soal tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dia mengingatkan agar urusan pendidikan di Tutuktolo tidak dijadikan ajang kepentingan pribadi atau politik. Menurutnya, sistem rotasi antar satuan pendidikan hanya akan dilakukan secara internal di wilayah Tutuktolo demi menjaga stabilitas dan efektivitas tenaga pendidik.

“Saya sudah sampaikan ke dinas pendidikan, Tutuktolo jangan diutak-atik untuk kepentingan apa pun. Jika ada rotasi, cukup antar sekolah di dalam kecamatan,” katanya.

Di akhir sambutannya, Husein memberikan apresiasi kepada SMP Negeri 30 Seram Bagian Timur yang telah menjadi pelopor pelaksanaan festival bahasa daerah. Ia berharap sekolah-sekolah lain di Tutuktolo bisa meniru kreativitas dan semangat yang sama.

“Mencerdaskan anak bangsa di Tutuktolo bukan tanggung jawab satu atau dua orang, tapi tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.

Kegiatan festival bahasa daerah ini mendapat antusiasme tinggi dari siswa dan guru. Berbagai penampilan seni dan budaya lokal ditampilkan, mencerminkan kekayaan bahasa dan tradisi di Seram Bagian Timur.


Rekomendasi Berita