Angka Kematian Ibu dan Bayi di SBT Menurun

  • 07 Jan 2026 10:16 WIB
  •  Bula

KBRN, Bula: Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, mencatat penurunan angka kematian ibu dan bayi sepanjang tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri mengatakan, penurunan tersebut merupakan capaian positif dari sektor kesehatan daerah yang perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan.

“Tahun 2025 ini alhamdulillah angka kematian ibu dan bayi mengalami penurunan,” kata Fachri saat menghadiri Pertemuan Diseminasi Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMPSR) yang diselenggarakan Dinas Kesehatan SBT di Aula Pendopo Bupati SBT, Rabu (7/12/2025).

Ia merinci, jumlah kasus kematian ibu pada 2024 tercatat sebanyak 35 kasus, sementara pada 2025 menurun menjadi 28 kasus atau berkurang tujuh kasus. Sementara itu, angka kematian bayi juga mengalami penurunan dari tujuh kasus pada 2024 menjadi empat kasus pada 2025.

Menurut Fachri, capaian tersebut didukung oleh berbagai faktor dan upaya yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan SBT, sebagaimana disampaikan dalam forum diseminasi hasil audit AMPSR.

“Angka ini cukup baik dan diharapkan dapat terus menurun pada waktu-waktu yang akan datang,” ujarnya.

Fachri menambahkan, rekomendasi yang dihasilkan dari audit AMPSR akan menjadi perhatian pemerintah daerah dalam penyusunan dan penguatan program kesehatan ke depan. Ia mengakui, penyampaian data tersebut idealnya dilakukan sebelum pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) agar dapat langsung ditindaklanjuti dalam program kerja.

“Namun karena data baru diperoleh sekarang, maka ini akan menjadi perhatian pemerintah daerah pada penganggaran berikutnya, baik pada APBD perubahan maupun APBD tahun depan,” katanya.

Pemerintah Kabupaten SBT, lanjut Fachri, berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak guna menekan angka kematian serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Rekomendasi Berita