Rumah Tunggu Kelahiran SBT Belum Ramai Dikunjungi

  • 07 Jan 2026 14:51 WIB
  •  Bula

KBRN, Bula: Rumah tunggu kelahiran yang disediakan Pemkab Seram Bagian Timur (SBT) Maluku, belum ramai disinggahi. Padahal rumah tunggu yang berlokasi, antara lain satu unit di Kota Bula dan satu lainnya di Masohi Kabupaten Maluku Tengah itu sudah beroperasi sejak tahun 2025 kemarin.

Plt Kepala Dinas Kesehatan kabupaten setempat, Punira Kilwalaga merinci sejak dibuka sampai saat ini jumlah pengunjung rumah tunggu tersebut masih sangat minim.

Untuk rumah tunggu yang berlokasi di Bula tercatat baru empat pasien, sedang rumah tunggu di Masohi baru dua pasien.

"Untuk yang di Bula ada dua pasien, sedang yang di Masohi ada empat pasien," jelas Punira kepada wartawan di Bula, Rabu (7/1/2026).

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah SBT melalui Dinas Kesehatan menyediakan rumah tunggu kelahiran. Letaknya persis di belakang RSUD Bula atau samping Kantor Dinas Kesehatan, guna mempermudah keluarga ibu hamil yang menunggu bersalin di rumah sakit tersebut.

Punira Kilwalaga mengatakan, rumah tunggu tersebut diperuntukkan bagi pasien ibu hamil yang dirujuk dari Puskesmas. Tujuannya agar keluarga atau mereka yang mendampingi pasien dapat tinggal di situ selama menunggu waktu melahirkan.

"Saat rujuk ke sini kan kadang-kadang orang berpikir mau melahirkan, mau apa, gitu kan. Wah, tidak ada keluarga di bula, nanti tinggal dimana atau tinggal dengan keluarga rasa tidak enak, kadang-kadang ibu hamil itu tidak mau begitu," ujarnya.

Sebab itu pihaknya lanjut Punira menginisiasi  disediakannya rumah tunggu kelahiran, sehingga dengan begitu mereka yang tidak punya keluarga atau tidak mau tinggal dengan keluarga dapat menempati rumah tunggu tersebut.

Disamping rumah tunggu tersebut ditempati secara gratis, ibu hamil dan satu orang pendamping, misalnya suami juga dijamin kebutuhan makan minum selama tinggal di rumah tunggu tersebut.

Selain di Bula, rumah tunggu kelahiran juga disediakan di Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah. Punira menjelaskan terdapat satu rumah yang kini disiapkan di Masohi.

Rumah tersebut untuk mengantisipasi bila sewaktu waktu terdapat kekosongan tenaga dokter di RSUD Bula, maka pasien dapat dirujuk ke RSUD Masohi. Keluarga pasien tidak lagi terkendala dengan tempat tinggal.

Sementara untuk kota Ambon, Punira mengaku memang sudah dalam perencanaan pihaknya. Akan tetapi rencana itu baru bisa dieksekusi setelah melihat kemampuan anggaran pada tahun depan.

Rekomendasi Berita