Komunitas dan Pendidikan Didorong Hidupkan Kearifan Lokal
- 12 Feb 2026 14:54 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Pudarnya pemahaman nilai budaya di kalangan generasi muda saat ini menjadi hal yang mengkhawatirkan. Fenomena terkikisnya kesadaran kultural ini menjadi perhatian serius berbagai pihak yang khawatir akan hilangnya jati diri bangsa di masa depan.
Pengamat Sosial, Ahmad Yusron, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif yang dilakukan oleh kelompok atau komunitas yang menyelenggarakan kegiatan pengenalan budaya. Menurutnya, langkah ini merupakan terobosan positif dalam memberikan penguatan pengetahuan budaya kepada generasi muda yang kini lebih akrab dengan budaya asing.
Ahmad Yusron menekankan bahwa nilai-nilai luhur di tengah masyarakat saat ini memang sedang mengalami degradasi yang cukup signifikan. Kegiatan semacam "Hayu Diajar Bumi Pasundan" dinilai mampu menjadi benteng pertahanan untuk menghidupkan kembali kearifan lokal yang mulai terlupakan.
"Pelestarian budaya tidak akan pernah mencapai keberhasilan yang maksimal jika kegiatan yang dilakukan hanya bersifat temporer saja," ujar Ahmad Yusron kepada RRI, Kamis, 12 Februari 2026. Ia mengingatkan bahwa upaya mencintai budaya memerlukan konsistensi dan komitmen jangka panjang dari seluruh lapisan masyarakat.
Lebih lanjut, ia menyarankan agar pengajaran nilai-nilai budaya tidak hanya berhenti pada kegiatan komunitas, tetapi juga merambah ke ranah yang lebih sistematis. Penguatan fondasi karakter ini diharapkan dapat membentuk pola pikir generasi muda yang bangga akan akar budayanya sendiri.
"Pemerintah dan pemangku kepentingan harus memperkuat muatan lokal ini melalui jalur formal di lembaga pendidikan. Integrasi nilai-nilai budaya ke dalam kurikulum sekolah dianggap sebagai solusi paling efektif untuk menjamin keberlangsungan warisan nenek moyang," katanya menambahkan.
Melalui sinergi antara gerakan komunitas dan sistem pendidikan formal, nilai-nilai luhur diharapkan dapat tertanam kuat pada setiap pelajar. Langkah ini bukan sekadar tentang mengenal sejarah, melainkan tentang mengaplikasikan etika dan budaya dalam kehidupan sehari-hari di era modern.