Fengshui dan Shio: Harmoni Keberuntungan di Perayaan Imlek
- 16 Feb 2026 15:00 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Dalam budaya Tionghoa, Fengshui dan Shio adalah dua pilar besar yang digunakan untuk memahami hubungan antara manusia, alam semesta, dan nasib. Meskipun keduanya berbeda, mereka sering digunakan bersamaan untuk mencari harmoni dan keberuntungan.
Jeremy Huang Wijaya, seorang budayawan Tionghoa mengatakan, bagi warga Tionghoa di seluruh dunia dalam kehidupannya mempercayai bahwa kehidupan seseorang ditentukan oleh 2 faktor yaitu faktor Feng shui dan juga Shio. “Oleh sebab itu ketika mereka akan nikah, buka usaha, menghitung berdasarkan shio, dan Fengshui. Mereka tidak akan asal buka toko atau memulai bisnis jika belum bertanya kepada ahli Fengshui dan Shio,” ujar Jeremy kepada RRI, Senin 16 Februari 2025.
Lebih lanjut Jeremy mengatakan secara harfiah, baik Fengshui memiliki arti yang sangat menarik.
“ya kalau dalam Hongshui dan Fengshui sebetulnya sama artinya. Fengshui sendiri berasal dari kata "Feng" yang dalam bahasa tiongkok berarti 'angin' dan “Shui” yang diartikan sebagai 'air' sehingga jika digabung maka Fengshui berarti "jalan angin dan air. Fengshui awalnya adalah perhitungan lokasi makam kemudian berkembang untuk menentukan lokasi rumah dan tempat bisnis. Dalam menentukan lokasi rumah dan tempat bisnis dihitung berdasarkan shio, tahun kelahiran dan elemen berdasarkan shio di tahun kelahirannya,” katanya.
Sementara itu menurut Jeremy pada kata Shio pun memiliki sejarah yang menarik. “Shio sudah ada sejak 475-221SM. Jadi bisa dikatakan kalau shio ada sejak abad ke dua sebelum Masehi sampai abad ke-2 Masehi, Feng Shui mulai disebut dengan istilah Kan Yu, yang berarti bahwa manusia mengerti kehendak alam semesta, sehingga di mana dia tinggal dia harus menyesuaikan diri dengan lingkungan tersebut,” lanjutnya.
Sementara itu keberadaan representasi kosmos begitu akurat sejak 6500 tahun lalu. Sebagai awal dasar perhitungan Fengshui dan Shio. Ada Lima Elemen Dasar dalam perhitungan Ilmu Fengshui, yakni: elemen kayu, tanah atau bumi, logam, api dan elemen air.
Fengshui didasarkan pada pemahaman Taoisme tentang alam, khususnya gagasan bahwa tanah itu hidup dan dipenuhi dengan Chi, atau energi. Orang Tionghoa selalu pilih tempat usaha di kepala naga yaitu tempat usaha di dekat perempatan, dipercaya banyak hoki, mereka menolak tempat usaha tusuk sate karena tidak hoki.
Diakui atau tidak hingga saat ini pada malam Imlek, orang biasanya memeriksa ramalan Shio mereka untuk tahun yang baru (apakah sedang beruntung atau sedang Ciong/kurang beruntung). Di saat yang sama, mereka juga menerapkan Fengshui baru di rumah, seperti meletakkan simbol keberuntungan atau mengecat ulang bagian tertentu untuk menyambut energi tahun yang baru.