Fenomena Kecanduan Scroll Media Sosial yang Kian Marak

  • 07 Mar 2026 09:00 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Kebiasaan menggulir layar atau “scroll” media sosial kini menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari banyak orang. Mulai dari bangun tidur hingga menjelang tidur kembali, tidak sedikit orang yang menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk melihat berbagai unggahan di ponsel.

Fenomena ini bahkan sering disebut sebagai kebiasaan “doomscrolling” atau terus-menerus menggulir konten tanpa henti. Kecanduan “scroll” media sosial terjadi ketika seseorang merasa sulit berhenti menggunakan aplikasi seperti Instagram, TikTok, atau platform lainnya.

Kebiasaan ini membuat pengguna terus mencari konten baru, meskipun sebenarnya tidak lagi mendapatkan informasi yang penting atau bermanfaat. Menurut American Psychological Association, penggunaan media sosial secara berlebihan dapat memengaruhi kesehatan mental.

Paparan konten yang terus-menerus dapat memicu kecemasan, stres, hingga rasa tidak puas terhadap diri sendiri akibat perbandingan sosial dengan orang lain di internet. Selain itu, fitur “infinite scroll” atau gulir tanpa batas juga menjadi salah satu faktor yang membuat pengguna sulit berhenti.

Dengan sistem ini, pengguna selalu disuguhi konten baru secara otomatis sehingga memicu rasa penasaran untuk terus melihat unggahan berikutnya. Dampak lain dari kecanduan media sosial adalah terganggunya pola tidur dan menurunnya produktivitas.

Banyak orang tanpa sadar menghabiskan waktu lebih lama di depan layar dibandingkan melakukan aktivitas lain yang lebih bermanfaat. Untuk mengatasi kebiasaan ini, para ahli menyarankan beberapa langkah sederhana.

Misalnya dengan membatasi waktu penggunaan media sosial, mematikan notifikasi yang tidak penting, serta mengganti waktu luang dengan aktivitas lain seperti membaca, berolahraga, atau berinteraksi langsung dengan orang sekitar. Pada akhirnya, media sosial memang dapat menjadi sarana hiburan dan informasi, namun, penggunaan yang berlebihan tanpa kontrol dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan mental maupun keseharian penggunanya.

Rekomendasi Berita