Mengapa Burung Camar Sering Mencuri Makanan Orang?

  • 12 Mar 2026 10:20 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Ahli ekologi hewan Laura Kelley mulai meneliti burung camar di Cornwall karena kepraktisan lokasi penelitian yang dekat dengan tempat tinggalnya. Ia berkolaborasi dengan Neeltje J. Boogert dari University of Exeter untuk memahami perilaku burung yang sering dicap sebagai pengganggu ini.

Dilansir dari Nationalgeographic.com, sebutan "seagull" atau camar laut sebenarnya kurang tepat bagi para ornitolog karena burung ini tersebar luas hingga ke wilayah perkotaan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa camar memiliki kemampuan kognitif yang canggih dan tidak semuanya suka mencuri makanan manusia.

Dalam sebuah eksperimen, Kelley menemukan bahwa burung camar sangat memperhatikan arah tatapan mata manusia sebelum mereka berani mendekati makanan. Hanya sebagian kecil dari total burung yang diteliti yang benar-benar berani mencoba mengambil makanan saat mereka sedang tidak diawasi.

Penelitian lain dari Paul Graham, Franziska Feist, dan Kiera Smith di University of Sussex mengungkap bahwa camar bisa mengenali benda yang pernah disentuh manusia. Mereka cenderung memilih kemasan makanan dengan warna yang sama dengan yang sedang dipegang oleh orang di hadapannya.

Kemampuan camar untuk memahami pilihan manusia ini dianggap setara dengan kecerdasan burung gagak, anjing, atau bahkan kuda. Hal ini sangat mengejutkan karena camar tidak berevolusi melalui proses domestikasi yang panjang bersama manusia atau makanan olahan.

Untuk mencegah pencurian makanan, Kelley menyarankan agar kita menatap mata burung tersebut secara langsung atau duduk membelakangi dinding. Selain itu, berteriak ternyata terbukti lebih efektif dalam menakut-nakuti camar dibandingkan dengan sekadar berbicara dengan nada yang tegas.

Marlene Zuk, seorang ahli biologi evolusi, menambahkan bahwa variasi perilaku antar-individu camar menunjukkan adanya proses belajar yang dialami burung dewasa. Melalui bukunya yang berjudul Outsider Animals, Zuk mengajak kita untuk lebih menghargai spesies yang sering dianggap sebagai hama ini.

Laura Kelley kini merasa kagum terhadap karakter burung camar yang ternyata jauh lebih rumit dan menarik daripada reputasi buruknya selama ini. Memahami cara berpikir mereka adalah kunci utama agar manusia dan satwa liar perkotaan dapat hidup berdampingan secara damai.

Rekomendasi Berita