Duka Merupakan Guru dalam Kehidupan, Menempa Mental Seseorang menjadi Dewasa

  • 11 Mar 2026 07:15 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung, Ni Ketut Suarniti, dalam program siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar edisi Rabu, 11 Maret 2026, menyampaikan materi berjudul “Bersahabat dengan Duka” yang mengajak masyarakat memahami bahwa kehidupan selalu berjalan dalam keseimbangan antara suka dan duka. Ia menegaskan bahwa sebagaimana dua sisi mata uang, kebahagiaan dan kesedihan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan hidup manusia.

Menurut Suarniti, duka dapat muncul dari dua sumber utama, yaitu dari dalam diri sendiri seperti ego, pikiran, dan keinginan yang tidak terkendali, serta dari luar diri seperti sikap dan perlakuan orang lain. Oleh karena itu manusia perlu belajar mengendalikan pikiran melalui latihan spiritual seperti pengendalian napas, meditasi, serta mengingat nama Tuhan agar batin tetap tenang.

“Kemarahan dan kebencian terhadap perlakuan orang lain justru akan merugikan diri sendiri jika disimpan dalam pikiran,” jelasnya. Ia mengingatkan bahwa memaafkan dan tidak membalas keburukan dengan keburukan merupakan sikap yang menunjukkan kualitas batin yang lebih tinggi.

Dalam ajaran Hindu, pengendalian diri dan kesabaran disebut sebagai tanda manusia berbudi luhur. Hal ini dicontohkan dalam kisah para Pandawa dalam epos Mahabharata yang tetap sabar dan tegar menghadapi penderitaan, sehingga mampu memperoleh berbagai anugerah dan kekuatan spiritual.

“Penderitaan sebenarnya dapat menjadi guru kehidupan yang menempa mental dan kedewasaan seseorang,” ungkap Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Badung. Ia mengibaratkan seperti emas yang dimurnikan melalui proses pembakaran dan penempaan, demikian pula duka dapat membentuk karakter manusia menjadi lebih kuat dan bijaksana.

Melalui pesan tersebut, masyarakat diajak untuk melihat setiap persoalan dari sudut pandang positif serta belajar menerima keadaan dengan sikap ikhlas. Dengan tetap berpegang teguh pada keyakinan kepada Tuhan dan terus berbuat kebaikan, manusia diyakini akan mampu melewati setiap ujian hidup menuju tujuan yang lebih baik.

Rekomendasi Berita