BWork Bali Garap Potensi Digital Nomad di Kawasan Uluwatu

  • 28 Feb 2026 12:11 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Kuta Selatan - Digital nomad mulai tumbuh dan berkembang melalui beberapa tahapan Lonjakan signifikan terjadi dalam satu dekade terakhir, utamanya saat Pandemi Covid-19.

Bali menjadi salah satu lokasi favorit bagi pelaku digtal nomad. Tidak hanya Canggu, pelaku digital nomad kini mulai bergeser ke kawasan Uluwatu.

Merespon tren tersebut, BWork Bali memperluas cakupannya dengan meresmikan BWork Uluwatu di kawasan Uluwatu, Jumat 27 Februari 2026. Coworking space yang diklaim terbesar di Bali ini bukan sekadar sebagai tempat bekerja, tetapi menawarkan konsep work-life balance.

BWork Bali memadukan produktivitas, gaya hidup sehat, dan suasana destinasi premium favorit para profesional serta digital nomad dunia. Hal tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam mendukung ekosistem kerja yang sehat, produktif, dan berkelanjutan di Bali.

Operation Manager BWork Uluwatu, Vincentia Anggraeni Sugianto menjelaskan, kehadiran cabang baru ini bukan sekadar menyediakan tempat bekerja. BWork Uluwatu juga menghadirkan keseimbangan hidup yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesehatan para profesional.

“BWork Uluwatu kami rancang bukan hanya untuk bekerja, tetapi juga memberikan balance yang dapat meningkatkan produktivitas ekosistem tempat kerja dan kesehatan penggunanya,” ujarnya.

Menurutnya, Uluwatu dipilih karena telah berkembang menjadi destinasi premium yang potensial bagi para profesional, digital nomad, maupun pekerja kreatif untuk mengembangkan produktivitas sekaligus gaya hidup yang seimbang. “Kawasan ini juga unik karena menjadi titik kolaborasi antara komunitas lokal dan ekspatriat dari berbagai segmen pasar,” sebutnya

BWork Uluwatu menghadirkan ekspansi fasilitas dibanding cabang sebelumnya di Canggu. Selain ruang kerja yang lebih luas, fasilitas wellness turut diperkuat, termasuk area bouldering dan berbagai sarana kebugaran lain untuk mendukung kesehatan fisik pengguna.

Karakter lingkungan kerja di Uluwatu dinilai berbeda dan cukup menarik. “Jika Canggu dikenal sebagai pusat digital nomad, Uluwatu lebih diminati oleh mereka yang menyukai aktivitas luar ruang dan suasana yang lebih tenang namun eksklusif,” ujarnya.

Dijelaskan, tarif anggora saat ini disamakan dengan cabang Canggu. Namun ke depan, penyesuaian harga kemungkinan dilakukan seiring dengan fasilitas yang lebih besar dan lengkap.

“Cabang ini sudah lama ditunggu. Antusiasme sangat tinggi, bahkan banyak yang langsung datang dan spontan mendaftar karena menyukai suasana Uluwatu,” ucapnya.

Rekomendasi Berita