Bahaya Dunia Digital bagi Anak di Era Internet tanpa Batas
- 07 Mar 2026 11:31 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Perkembangan teknologi digital membawa banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun di balik kemudahan tersebut, dunia digital juga menyimpan berbagai risiko, terutama bagi anak-anak yang masih berada dalam tahap perkembangan. Tanpa pengawasan dan pemahaman yang cukup, anak-anak dapat dengan mudah terpapar berbagai konten negatif di internet yang bersifat tanpa batas.
Dalam acara Rahajeng Bali pada Jumat, 6 Maret 2026, bersama Komisioner KPAD Provinsi Bali, Ida Bagus Made Adnyana, SH menegaskan bahwa perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab orang tua, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Setiap orang, baik sebagai orang tua, guru, maupun anggota masyarakat, memiliki peran penting dalam menjaga anak-anak dari berbagai ancaman yang muncul di ruang digital.
Salah satu tantangan besar saat ini adalah maraknya berbagai bentuk kejahatan digital yang menyasar anak-anak. Mulai dari cyberbullying, paparan konten radikal, hingga praktik judi online yang kerap diselipkan dalam permainan daring. Modus kejahatan ini semakin berkembang seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi, sehingga membuat anak-anak menjadi kelompok yang rentan jika tidak dibekali literasi digital yang memadai.
Selain itu, sifat internet yang tidak memiliki batas wilayah membuat penyebaran informasi terjadi sangat cepat. Konten yang muncul di satu tempat dapat dengan mudah ditiru di tempat lain, bahkan lintas negara. Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri karena anak-anak cenderung cepat meniru sesuatu yang mereka lihat tanpa mampu menyaring informasi dengan baik.
Upaya pencegahan pun terus dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk melalui program literasi digital yang menyasar siswa, guru, dan orang tua. Melalui edukasi tersebut, anak-anak diharapkan mampu memahami etika digital serta mengenali konten berbahaya sejak dini. Guru juga diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan dalam memberikan pemahaman kepada siswa di lingkungan sekolah.
Di sisi lain, peran keluarga tetap menjadi benteng utama dalam melindungi anak-anak dari pengaruh negatif dunia digital. Orang tua diharapkan lebih aktif mengawasi aktivitas anak di media sosial dan penggunaan gawai, sehingga tidak terjadi penyalahgunaan yang dapat membahayakan masa depan mereka.
Dengan sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat, diharapkan anak-anak dapat memanfaatkan teknologi digital secara positif dan aman. Perlindungan anak di era internet tanpa batas menjadi langkah penting untuk memastikan generasi muda tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.