Game Online Menjadi Pintu Masuk Judi Online
- 07 Mar 2026 11:56 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Perkembangan teknologi digital membuat berbagai jenis hiburan semakin mudah diakses, termasuk permainan daring atau game online yang banyak digemari anak-anak dan remaja. Namun di balik keseruan permainan tersebut, muncul kekhawatiran baru terkait potensi masuknya praktik judi digital yang diselipkan dalam sejumlah permainan daring.
Fenomena ini menjadi perhatian berbagai pihak yang bergerak dalam perlindungan anak. Komisioner KPAD Provinsi Bali, Ida Bagus Made Adnyana, SH dalam acara Rahajeng Bali pada Jumat, 6 Maret 2026, menilai bahwa kemajuan teknologi tidak hanya menghadirkan manfaat, tetapi juga membuka celah baru bagi berbagai bentuk kejahatan digital yang menyasar anak-anak.
Dalam sejumlah kasus, praktik judi online tidak selalu hadir dalam bentuk situs perjudian yang jelas. Modus yang kerap terjadi adalah menyisipkan unsur perjudian melalui fitur dalam permainan daring yang sering dimainkan anak-anak. Tanpa disadari, anak-anak dapat terlibat dalam aktivitas yang menyerupai perjudian, seperti pembelian item dengan sistem taruhan atau peluang kemenangan tertentu.
Kondisi ini menjadi semakin mengkhawatirkan karena anak-anak cenderung mudah tertarik pada permainan digital dan belum memiliki kemampuan yang cukup untuk menyaring konten yang mereka akses. Sifat dunia digital yang tanpa batas juga membuat penyebaran konten semacam ini berlangsung sangat cepat dan sulit dikendalikan.
Ketua Tim Pengelola Opini Publik Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Bali, I Gusti Ayu Sukmawati, SS., MH menyebut pihaknya terus melakukan upaya pencegahan melalui program literasi digital. Edukasi diberikan kepada siswa, guru, dan orang tua agar lebih memahami risiko yang mungkin muncul dari penggunaan internet, termasuk bahaya judi online yang terselip dalam permainan digital.
Melalui kegiatan literasi tersebut, anak-anak diharapkan mampu mengenali konten yang berpotensi merugikan serta lebih bijak dalam menggunakan teknologi. Guru dan orang tua juga didorong untuk lebih aktif memberikan pendampingan dan pengawasan terhadap aktivitas digital anak.
Peran keluarga dinilai sangat penting dalam mengawasi penggunaan gawai di rumah. Orang tua diharapkan tidak hanya memberikan akses terhadap perangkat digital, tetapi juga memahami jenis permainan yang dimainkan anak serta membatasi waktu penggunaan gawai.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kesadaran bersama menjadi kunci untuk melindungi anak-anak dari berbagai risiko yang muncul di dunia digital. Dengan pengawasan yang tepat serta literasi digital yang kuat, permainan daring dapat tetap menjadi sarana hiburan yang aman tanpa membuka pintu bagi praktik judi digital yang merugikan masa depan generasi muda.