Mengenal Sumber Paparan Radiasi Terbesar dalam Kehidupan Sehari-hari

  • 11 Mar 2026 20:09 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Teknologi nirkabel dan perangkat elektronik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas manusia. Meskipun banyak orang khawatir dengan radiasi ponsel, sumber radiasi terbesar yang diterima manusia sebenarnya berasal dari alam dan prosedur medis tertentu.

Berdasarkan laporan dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN/BRIN), sumber radiasi alami terbesar yang diterima masyarakat berasal dari gas radon. Gas ini muncul secara alami dari peluruhan uranium di tanah serta batuan, yang kemudian terhirup dan masuk ke dalam paru-paru manusia.

Radiasi kosmik adalah partikel berenergi tinggi yang terus-menerus menghujani bumi dari luar angkasa. Mengutip World Health Organization (WHO), penduduk yang tinggal di dataran tinggi atau sering melakukan perjalanan udara memiliki tingkat paparan radiasi kosmik yang lebih tinggi.

Dalam dunia kesehatan, prosedur CT Scan dan Rontgen merupakan penyumbang radiasi buatan terbesar bagi manusia. Kementerian Kesehatan RI menyatakan bahwa satu kali prosedur CT Scan perut dapat memberikan dosis radiasi yang setara dengan beberapa tahun paparan radiasi alami dari lingkungan.

Radiasi dari ponsel dan menara BTS masih dikategorikan sebagai radiasi non-ionisasi yang energinya sangat rendah. Laporan dari International Commission on Non-Ionizing Radiation Protection (ICNIRP) menegaskan bahwa radiasi jenis ini tidak memiliki energi yang cukup untuk merusak DNA secara langsung.

Langkah terbaik dalam menghadapi radiasi adalah dengan menjaga ventilasi rumah yang baik untuk mengurangi tumpukan gas radon. Selain itu, konsultasikan dengan dokter agar prosedur medis menggunakan radiasi hanya dilakukan saat benar-benar dibutuhkan demi alasan kesehatan.

Rekomendasi Berita