Sate lilit, Sebenarnya Makanan Khas Mana Sih?
- 02 Mar 2026 21:45 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID., Denpasar - Sate Lilit adalah makanan khas Bali berupa sate yang tidak selalu dagingnya disayat atau dipotong-potong lalu ditusuk sebelum dibakar. Makanan ini juga merupakan santapan khas Kabupaten Karangasem. Selain Karangasem, sate lilit juga dikenal sebagai makanan khas Kabupaten Klungkung.
Dilansir dari laman resmi Pemkab Karangasem, diinformasikan bahan dasar sate ini adalah ikan laut berukuran besarnya seperti tuna, tenggiri, atau daging ayam,. Berbeda dengan sate pada umumnya, sate lilit dibuat dengan cara mencincang halus daging (alternatif ikan bisa gunakan daging ayam, babi, atau sapi) kemudian dicampur parutan kelapa, santan, dan bumbu rempah khas Bali (basa genep) lalu dililitkan pada batang serai atau bambu pipih sebelum dipanggang.
Penggunaan batang serai sebagai tusuk bertujuan untuk menambah aroma khas wangi sate tuna tersebut. Kemudian istilah “lilit” merujuk pada teknik adonan daging yang dibalutkan pada tusuk buka ditusuk langsung.
Sate lilit dibakar atau dipanggang dan siap dinikmati bersama sepiring tupat, semangkuk sup ikan, dan plecing kangkung. Rasanya sedikit pedas dan aroma khasnya ketika dibakar di atas api.
Kekhasan ulenan sate lilit adalah ulekan bumbu-bumbu yang terdiri dari kunyit, kencur, pala, gula aren, sereh, dan minyak kelapa. Selesai diuleni, paling baik daging ikan didiamkan sampai bumbu benar-benar menyatu.