Saba, Destinasi Wisata Terpadu di Bali
- 15 Feb 2026 20:12 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Gianyar : Desa Adat Saba, Blahbatuh, secara resmi meluncurkan gerakan "Make Saba Beautiful". Gerakan itu merupakan sebuah inisiatif strategis yang bertujuan untuk mentransformasi desa melalui aksi kebersihan dan penataan estetika lingkungan.
Program ini dicanangkan sebagai fondasi utama branding Desa Saba dalam peta pariwisata dunia. Make Saba Beautiful juga sebagai langkah nyata pengembangan Desa Wisata berbasis komunitas.
Program ini mengusung konsep kolaborasi inklusif dengan melibatkan seluruh stakeholders. Kolaborasi itu mulai dari perangkat desa, pelaku usaha (hotel, villa, restoran, beach club), hingga komunitas ekspatriat yang telah lama menetap dan menjadi bagian dari napas kehidupan Desa Adat Saba.
Sebagai langkah awal program di mulai dengan penataan taman desa di sepanjang jalan utama Desa Adat Saba yang merupakan wajah Desa dimana akan memberikan kesan pertama yang positif. Nantinya porgram akan berlanjut dengan pengembangan dan penataan beberapa pusat atraksi pariwisata baik yang sudah ada maupun yang akan di bentuk baru.
Inisiator program Make Saba Beautiful, Peter Studer mengaku, Saba sudah seperti rumahnya sendiri. Expatriat asal Swiss itu pun menyampaikan, sebagai warga pendatang yang sudah 30 tahun menetap di Desa Adat Saba merasa tergugah untuk ikut berkuntribusi atas perkembangan lokasi tersebut.
“Dari dulu saya merasa gregetan dan penasaran dimana Desa ini sangat potensial namun perkembangannya selama ini cukup lambat," katanya.
"Untuk itulah saya memulai sebuah inisiatif dengan program Make Saba Beautiful dengan menata taman atau kebun di pinggir jalan utama Desa Adat Saba. Saya berharap program ini bisa menjadi landasan untuk pengembangan desa wisata selanjutnya," lanjut Peter.
Desa Saba menyimpan kekayaan luar biasa yang menjadi daya tarik utama pariwisata. Potensi unggulan tersebut meliputi, keindahan alam dan konservasi, warisan budaya serta wisata religi dan wellness.
Khusus keindahan alam dan konservasi, Pantai Saba menawarkan panorama sunrise memukau serta keberadaan Konservasi Penyu Saba Asri. Sedangkan dari sisi warisan Budaya, Desa Saba merupakan tempat lahirnya Tari Legong Bapang Saba, sebuah tarian klasik legendaris yang menjadi identitas seni Bali.
Sementara dari sisi wisata religi dan wellness, keberadaan mata air alami (beji) yang potensial dikembangkan untuk wisata spiritual seperti melukat, yoga, dan meditasi. Potensi itu didukung oleh keagungan Pura Dalem dengan peninggalan purbakalanya yang bernilai sejarah tinggi.
Selain kekayaan alam dan budaya, posisi strategis Desa Adat Saba diperkuat dengan infrastruktur modern yang mumpuni. infrastruktur itu meliputi kesehatan dan olahraga, event global, serta akomodasi dan lifestyle.
Potensi kesehatan dan olahraga, kehadiran rumah sakit bertaraf internasional dan kedekatan lokasi dengan Bali United Training Center, markas klub sepak bola terbesar di Indonesia. Dari sisi event Global, menjadi jalur utama kegiatan tahunan bergengsi Maybank Marathon dan beberapa community events lainnya.
Sedangkan akomodasi dan lifestyle, tersedianya berbagai pilihan hotel, villa, spa, restaurants dan beach club yang memberikan kenyamanan ekstra bagi wisatawan. Seluruh infrastruktur itu menjadi penunjang bagi Desa Saba untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan.
Bendesa Desa Adat Saba, I Gusti Ngurah Mahendradinata, S.H., menilai, program 'Make Saba Beautiful' bukan sekadar tentang memungut sampah dan menata taman. Program ini menitikberatkan pada upaya membangun kesadaran kolektif untuk menjaga rumah sendiri.
"Dengan lingkungan yang bersih dan tertata, kita sedang membangun pondasi kuat untuk menjadikan Saba sebagai destinasi wisata kelas dunia yang tetap memegang teguh akar budaya dan keberlanjutan alam," ujarnya.
"Saya pribadi juga mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas program yang di inisiasi dan di dukung oleh Bapak Peter," imbuhnya.
Kepala Desa Saba, Ketut Redhana. S.P., di tempat yang sama berharap, sinergi antara warga lokal dan para pelaku bisnis internasional, Desa Saba dapat menciptakan ekosistem pariwisata yang tidak hanya indah secara visual. Sinergi itu juga diharap memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi seluruh masyarakat.
"Kami berharap ke depan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Desa Saba," ucapnya.
"Selain tamanisasi, kami masih punya satu pekerjaan rumah. PR itu adalah penyediaan akses langsung ke Pantai Saba," tambahnya.
Ketua Kertha Sabha Banjar Saba, I Gusti Lanang Agung Ari Putra, S.H., mengakui akses jalan langsung ke Pantai Saba sangat krusial. Keberadaan akses itu diyakini akan semakin mengoptimalkan upaya untuk mengoptimalkan potensi wisata di Pantai Saba.
"Kami berharap pemerintah, khususnya di Kabupaten Gianyar dapat mengakomodir keinginan kami untuk pembangunan akses langsung ke Pantai Saba," ucapnya.