Tantangan Pelestarian Ritual Mbela Mbay di Era Digital
- 21 Feb 2026 00:13 WIB
- Ende
RRI. CO. ID, Ende-Pelestarian Ritual Mbela menjadijadi tantangan di era digital karena perubahan pola pikir generasi muda serta derasnya arus modernisasi budaya. Hal itu disampaikan pemerhati budaya Mbay Muhammad Amin Daeng Matiro dalam dialog Bincang Budaya Pro 1 RRI Ende.
Ia menilai digitalisasi berpotensi menggeser minat generasi muda terhadap tradisi jika tidak diimbangi edukasi budaya. “Jika tradisi ditinggalkan, identitas budaya lokal berisiko melemah bahkan hilang dari kehidupan masyarakat,” ucap Amin Kepada RRI Sabtu, 14 Februari 2026.
Menurutnya, ritual Mbela mengandung nilai sosial penting seperti solidaritas, penghormatan adat, serta keterikatan komunitas yang kuat. Nilai tersebut menjadi perekat sosial yang menjaga stabilitas hubungan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menambahkan pelestarian tradisi harus melibatkan media, pendidikan, serta komunitas adat secara bersama-sama. “Media memiliki peran strategis mendokumentasikan dan menyebarluaskan pengetahuan budaya kepada generasi muda,” ujar Amin.
Dalam praktiknya, ritual masih dijalankan masyarakat setiap tahun mengikuti kalender adat dan rangkaian panen tradisional. Pelaksanaan ini menunjukkan tradisi masih hidup dan dipandang penting dalam kehidupan sosial masyarakat.
Ia melihat generasi muda tetap terlibat karena memaknai ritual sebagai simbol persaudaraan dan identitas komunitas. Keterlibatan ini memberi harapan keberlanjutan tradisi di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.
Amin berharap kolaborasi lintas sektor menjaga budaya agar tetap relevan bagi generasi mendatang. “Budaya bukan penghambat kemajuan, melainkan fondasi karakter masyarakat menghadapi masa depan,” kata Amin menutup obrolan.