100 Anak Labuan Bajo Tampilkan Caci dan Sanda di Gua Batu Cermin
- 09 Mar 2026 04:36 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Sebanyak 100 anak dari jenjang TK dan SD di Labuan Bajo menampilkan pertunjukan seni budaya Manggarai di kawasan wisata Gua Batu Cermin, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, 8 Maret 2026. Pertunjukan tersebut menampilkan tarian caci, tari sanda, serta permainan musik tradisional Manggarai.
Anak-anak peserta putra tampil mengenakan kostum khas caci seperti panggal atau topi tradisional, kain songket Manggarai, serta lonceng kecil yang terikat di pinggang. Diiringi musik tradisional, mereka memperagakan gerakan dasar caci seperti memukul, menangkis, serta gerakan paci dan lomes yang telah dipelajari selama pelatihan.
Sementara itu, peserta putri tampil menarikan tari sanda dengan mengenakan balibelo dan sarung songket Manggarai. Gerakan tari yang lembut dan kompak diiringi alat musik tradisional yang dimainkan oleh peserta workshop lainnya.
Pertunjukan tersebut merupakan puncak dari kegiatan Workshop Caci Anak Usia Dini yang berlangsung sejak 20 Februari 2026. Program ini merupakan bagian dari inisiatif pengembangan ruang publik seni yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan digagas oleh Mardaniyanti, seniman kreatif yang juga menjabat Sekretaris Umum Sanggar I Production Labuan Bajo.
Mardaniyanti mengatakan, pengenalan caci kepada anak-anak penting dilakukan sebagai upaya menjaga keberlangsungan kesenian tradisional Manggarai.
“Selama ini caci identik dengan pertunjukan orang dewasa. Padahal anak-anak juga bisa mempelajari nilai dan gerakan dasarnya dengan pendekatan yang disesuaikan dengan usia mereka,” kata Mardaniyanti dalam keterangannya, Minggu 8 Maret 2026.
Lebih lanjut, dirinya menyampaikan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.
“Melalui workshop ini kami ingin anak-anak mengenal caci sejak dini agar kesenian ini terus hidup dan berkembang serta memiliki generasi penerus di masa depan,” ungkapnya.
Workshop tersebut melibatkan anak-anak dari sejumlah lembaga pendidikan di Labuan Bajo, di antaranya SDN Labuan Bajo 1, KB Kanawa, TK Pembina, SDN Batu Cermin, SD Lancang, SDI Waemata, SDK Familia, KB Bajo Kiddy, dan SLB Labuan Bajo. Selama pelatihan, para peserta mendapatkan pendampingan dari mentor profesional yang terdiri dari pelatih caci, pelatih tari, serta mentor musik tradisional.
Pentas di Gua Batu Cermin menjadi ruang bagi anak-anak untuk menampilkan hasil latihan mereka sekaligus memperkenalkan kesenian caci kepada masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana pelestarian budaya Manggarai sejak usia dini.