Mengenal Virus Campak dan Pentingnya Imunisasi Bagi Anak

  • 09 Mar 2026 09:09 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Penyakit campak sering kali disalahpahami sebagai flu biasa padahal keduanya berasal dari jenis virus yang sangat berbeda. Dokter Spesialis Anak, dr. Ardanta Dat Topik Tarigan, M.Biomed, Sp.A., menjelaskan bahwa campak disebabkan oleh virus dari famili Paramyxoviridae dengan genus Morbillivirus.

Hal ini diungkapkannya dalam obrolan kesehatan program Indonesia Sehat Pro1 RRI Ende pada Jumat, 6 Maret 2026. Karakteristik virus RNA ini memiliki lapisan pelindung atau envelope yang membuatnya bertahan cukup kuat di lingkungan tertentu.

Struktur pelindung tersebut menjadi alasan utama mengapa tingkat penularan campak terjadi sangat cepat di masyarakat. Meski dapat menyerang orang dewasa, risiko komplikasi tertinggi justru menghantui anak-anak, terutama mereka yang berusia di bawah lima tahun.

Kelompok balita menjadi sangat rentan karena sistem imun yang belum sempurna menghadapi serangan virus agresif ini. Paparan virus akan semakin berbahaya jika sang anak sama sekali belum pernah mendapatkan perlindungan melalui imunisasi campak.

Dokter Ardanta menekankan bahwa pencegahan terbaik adalah melalui jadwal imunisasi yang tepat waktu dan lengkap. Pemberian dosis pertama sangat krusial dilakukan saat anak tepat menginjak usia sembilan bulan.

Perlindungan tersebut tidak berhenti di sana karena dibutuhkan dosis penguat atau booster untuk memperkokoh antibodi. Orang tua wajib membawa anaknya kembali untuk mendapatkan suntikan ulangan pada usia 18 bulan atau satu setengah tahun.

Langkah preventif terakhir dilakukan melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) saat anak memasuki usia lima tahun ke atas. Konsistensi dalam mengikuti tahapan imunisasi ini menjadi kunci utama memutus rantai penyebaran campak di wilayah Ende.

Edukasi kesehatan yang berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran orang tua akan bahaya laten dari penyakit yang sering dianggap sepele ini. Melalui pemahaman yang benar, angka kesakitan akibat Morbillivirus dapat ditekan secara signifikan demi masa depan generasi bangsa.

Rekomendasi Berita