Waspada Campak Menular Cepat, Kenali Risiko pada Anak

  • 09 Mar 2026 09:10 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Penyakit campak kini menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dengan temuan sekitar 8.810 kasus diawal Maret 2026, yang dicurigai terjadi di Indonesia. Tren kunjungan pasien yang cenderung datang dalam kondisi parah menjadi tantangan besar bagi tenaga medis dalam melakukan penanganan dini.

Hal tersebut mengemuka dalam obrolan kesehatan program Indonesia Sehat Pro1 RRI Ende pada Jumat, 6 Maret 2026. Narasumber dr. Ardanta Dat Topik Tarigan, M.Biomed, Sp.A., menegaskan bahwa campak bukanlah penyakit biasa karena memiliki risiko komplikasi yang tinggi.

Dokter Topik menjelaskan bahwa campak merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh Paramyxovirus dan bersifat sangat menular. Tingkat penularannya hampir mencapai 100 persen bagi mereka yang melakukan kontak langsung dengan penderita tanpa proteksi.

Virus ini memiliki daya tahan yang kuat karena mampu bertahan hidup selama dua jam di udara terbuka. Selain di udara, virus tersebut juga dapat menempel pada permukaan benda-benda yang sering disentuh oleh anak-anak.

Proses penularan terjadi melalui droplet atau percikan air liur saat penderita batuk, bersin, maupun berbicara. Mekanisme persebaran ini dinilai serupa dengan pola penularan virus influenza dan Covid-19 yang menyerang sistem pernapasan.

Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan tertular karena kebiasaan mereka yang sering memasukkan tangan ke mulut. Risiko infeksi meningkat tajam apabila tangan yang telah terkontaminasi virus digunakan untuk menyentuh area mata atau wajah.

Masyarakat diimbau untuk tidak meremehkan gejala awal dan segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan yang cepat dan tepat sangat krusial guna mencegah dampak permanen akibat komplikasi penyakit ini pada buah hati.

Rekomendasi Berita