Orangtua Waspadai Tanda Bahaya Campak agar Segera Ditangani Medis

  • 11 Mar 2026 08:20 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Orang tua harus memiliki kepekaan tinggi untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila gejala campak mulai menunjukkan tanda komplikasi serius. Dokter Spesialis Anak, dr. Ardanta Dat Topik Tarigan, M.Biomed, Sp.A., dalam Obrolan Kesehatan Pro1 RRI Ende menekankan pentingnya respons cepat tersebut.

Dalam siaran pada Jumat, 6 Maret 2026, ia menjelaskan bahwa demam yang sangat tinggi merupakan ancaman utama bagi keselamatan anak. Suhu tubuh yang terus meningkat secara ekstrem sangat berisiko memicu kejang sehingga membutuhkan observasi ketat dari tim medis profesional.

Kondisi lain yang masuk dalam kategori darurat medis adalah munculnya gangguan pernapasan atau sesak napas pada sang buah hati. Gejala ini mengindikasikan bahwa virus telah menyerang paru-paru dan berkembang menjadi komplikasi pneumonia yang sangat membahayakan nyawa anak.

Orang tua juga wajib mewaspadai kondisi anak yang mengalami diare berkepanjangan karena berisiko tinggi menyebabkan terjadinya dehidrasi berat. Kehilangan cairan tubuh dalam jumlah besar dapat mengganggu fungsi organ vital jika tidak segera ditangani dengan pemberian cairan intravena.

Indikator bahaya lainnya terlihat saat anak mulai menolak untuk makan dan minum sama sekali meskipun dalam kondisi dehidrasi ringan. Penurunan asupan nutrisi dan cairan ini memerlukan tindakan medis segera agar kondisi fisik anak tidak jatuh ke tahap yang lebih kritis.

Tanda yang paling mengkhawatirkan dan memerlukan tindakan darurat seketika adalah terjadinya penurunan kesadaran atau anak terlihat sangat lemas. Jika anak mulai sulit dibangunkan atau tidak merespons rangsangan, itu merupakan sinyal kuat adanya peradangan pada sistem saraf pusat.

Dokter Ardanta mengingatkan agar masyarakat Ende tidak menunda waktu pemeriksaan hingga kondisi fisik anak benar-benar memburuk di rumah. Penanganan yang lebih awal di rumah sakit atau puskesmas terdekat akan sangat meningkatkan peluang kesembuhan dan mencegah kecacatan permanen.

Kesadaran untuk mengenali tanda bahaya ini diharapkan dapat menekan angka kematian anak akibat lonjakan kasus campak di awal tahun 2026. Edukasi yang diberikan melalui frekuensi RRI ini menjadi panduan praktis bagi keluarga untuk bertindak tepat saat menghadapi situasi darurat.

Rekomendasi Berita