Menyelami Ragam Kuliner Khas Ende yang Makin Mendunia

  • 03 Mar 2026 14:08 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID Ende, — Ragam kuliner khas Kabupaten Ende semakin mencuri perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. Tidak hanya menawarkan cita rasa autentik, makanan tradisional di wilayah ini juga kaya akan nilai budaya dan nutrisi, menjadi daya tarik tersendiri di tengah geliat pariwisata yang terus tumbuh.

Salah satu kuliner yang paling dikenal adalah daging se’i, olahan daging sapi, babi, atau rusa yang diasinkan lalu diasap dengan teknik tradisional. Proses pengasapan menghasilkan tekstur lembut dan aroma khas yang menggugah selera. Hidangan ini biasanya disajikan bersama beras ketan dan sambal pedas, memberikan perpaduan rasa yang kaya dan autentik.

Tak kalah menarik, rumpu rampe menjadi menu wajib dicoba. Terbuat dari daun atau bunga pepaya yang ditumis dengan bumbu lokal seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih, makanan ini menawarkan cita rasa gurih pedas yang khas dan mencerminkan kekayaan rempah lokal.

Selain itu, masyarakat lokal juga mempertahankan warisan kuliner seperti uwi ai ndota ne ika soa, hidangan berbahan ubi nuabosi dan ikan pari panggang yang dipadu dengan rempah tradisional. Menu ini tidak hanya lezat tetapi juga berkhasiat, karena menggabungkan protein dari ikan dengan karbohidrat sehat dari ubi lokal, sesuai dengan upaya meningkatkan gizi melalui bahan pangan tradisional.

Tidak hanya makanan berat, Ende juga menawarkan ragam menu lain seperti ikan kuah asam khas pesisir yang segar dan ringan, serta jagung bose yang dipadukan dengan ikan bakar sambal lu’at—hidangan yang populer di warung-warung pesisir dan pasar tradisional.

Para pelaku kuliner di Ende berharap bahwa kekayaan cita rasa ini dapat menjadi magnet baru dalam promosi pariwisata daerah, sekaligus menjaga kearifan lokal di tengah laju modernisasi. Menurut mereka, kuliner bukan hanya sekadar makanan—tetapi juga bagian dari identitas budaya yang perlu dilestarikan.

Rekomendasi Berita